RABU , 21 NOVEMBER 2018

Pasien  BPJS Ditolak di RSUD Bantaeng, Bayi yang Dikandungnya Meninggal

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Lukman

Minggu , 10 Juni 2018 04:08
Pasien  BPJS Ditolak di RSUD Bantaeng, Bayi yang Dikandungnya Meninggal

int

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM– Pelayanan RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng kembali dikeluhkan. Meski tergolong darurat, seorang peserta BPJS bernama Darmawati alias Anti (30), ditolak ditangani medis. Pasien ibu hamil  ini mengeluhkan sakit perut yang dideritanya, Sabtu (9/6/2018).

Anti akhirnya bisa ditangani medis setelah pihak keluarganya bermohon sebagai pasien umum non BPJS. Sayang, janin bayi yang dikandungnya, belakangan diketahui sudah tidak bernyawa lagi.

Keluarga pasien mengeluhkan  pelayanan lamban RSUD Bantaeng yang dicitrakan bertaraf internasional tersebut. “Lama sekali baru kami dilayani, hanya karena tidak ada rujukan dari Puskesmas. Kami sudah berupaya ke Puskesmas sebelumnya tapi juga tidak dilayani karena alasan libur,” keluh Jamaluddin, kakak ipar Darnawati.

Disebutkan Jamal bahwa adik iparnya sempat berobat memeriksa kandungannya di Puskesmas Bissappu, Kamis (7/6/2018), dua hari lalu. Oleh bidan yang memeriksa, bayi yang dikandungnya disebutkan mengalami perkembangan yang baik.

Anti dan suaminya pun pulang dari puskesmas tanpa rasa khawatir. Namun pada hari Sabtu kemarin,  Anti kembali mengalami sakit pada perutnya. “Kami kembali ke Puskesmas Bisappu untuk memeriksakan kandungannya, tapi Puskesmas  tidak ada pelayanan dengan alasan libur,”  ujar Jamaluddin.

Dari inisiatif keluarga Anti, akhirnya Anti dilarikan ke RSUD Bantaeng. Ia ditolak dilayani sebagai pasien BPJS lantaran tak punya rujukan dari Puskesmas. “Karena kondisi pasien mulai memburuk, kami dari keluarga berinisiasi sebagai pasien umum  hingga akhirnya dilayani,” tutur Jamaluddin.

Menurut Jamal, pelayanan rumah sakit mestinya dikedepankan. “Mengapa hanya karena tidak ada rujukan, kami justru dipersulit,” keluhnya. (**)


Tag
div>