JUMAT , 22 JUNI 2018

Patok Harga Tinggi, KPPU Layangkan Surat Pemanggilan Kepada Produsen Gula

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 20 Juni 2017 20:49
Patok Harga Tinggi, KPPU Layangkan Surat Pemanggilan Kepada Produsen Gula

Ilustrasi. (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan melayangkan surat pemanggilan resmi kepada sejumlah produsen gula pasir di Sulsel.

Pasalnya, beberapa ditemukan menjual gula di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Kementerian Perdagangan, yakni Rp 12.500 per kilogram (kg).

Direktur Penindakan KPPU Pusat, Gopprera Panggabean mengatakan ada beberapa produsen gula pasir di Sulsel yang menyalahi aturan tersebut.

“Di Sulsel ada beberapa gerai dan satu produsen brand yang ditemukan memberikan atau menjual di atas HET. Oleh karena itu, kami akan segera melayangkan surat pemanggilan resmi para pedagang maupun distributor yang memproduksi merk gula tertentu itu yang di pasar di jual pada harga di atas Rp 12.500,” ucap Panggabean, Selasa (20/6).

Ia mengatakan, pemanggilan yang dilayangkan kepada sejumlah gerai maupun produsen tersebut dimaksudkan untuk meminta penjelasan terhadap penetapan harga jual yang menyalahi aturan.

“Dalam waktu dekat ini kami akan segera melakukan pemanggilan serta menanyakan kenapa harga jual gula di gerai maupun di pasar jauh diatas yang disepakati. Kami mengagendakan pemanggilannya habis lebaran, dijadwalkan dulu karena kami keterbatasan tim satgas dan untuk surat resminya minggu ini disebarkan,” terangnya.

Dia menjelaskan, temuan yang diperolehnya di lapangan, dua merk gula diduga menyalahi aturan kerap menjual diatas HET, gula kemasan setengah kilogram.

[NEXT-RASUL]

Panggabean menduga, upaya ini untuk mengelabui kebijakan pemerintah. Padahal dalam kemasan berapapun gula tetap dijual pada batas HET Rp 12.500.

“Gula putih masih ada yang jual Rp 7 ribu setengah kilo. Harga jual gula satu kemasan 1 kilo diatas Rp 15 ribu, melewati HET Rp 12.500. Kami akan panggil mendengar keterangannya, kenapa bisa terjadi hal itu, apakah stok lama disediakan. Dilihat saja nanti setelah didalami lebih lanjut,” tegasnya.

Dia menyebutkan, ada beberala daerah yang telah melakukan pelanggaran Kemendag dengan memberikan HET gula pasir.

Pihaknya mengaku, beberapa tahun yang lalu, KPPU pernah menangani hal yang sama namun belum ditemukan cukup bukti untuk ditindak lanjuti.

“Gula pernah ditangani tapi tidak ditemukan cukup bukti. Ini semua untuk menjaga ketersediaan 10 komoditi pangan. Nanti kami akan teliti,” tutupnya.


div>