SELASA , 22 MEI 2018

PC Fatayat NU Sidrap Sosialisasi Pencegahan ‘Stunting’

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 16 Desember 2017 16:45
PC Fatayat NU Sidrap Sosialisasi Pencegahan ‘Stunting’

PC Fatayat NU Sidrap saat sosialisasi Pencegahan ‘Stunting’ di Aula Kemenag Sidrap, Sabtu (16/12). ist

SIDRAP, RAKYATSULSEL.COM – Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Sidrap bersama Korps PMII cabang Sidrap menggelar sosialisasi cegah Stunting (tubuh pendek) untuk generasi milineal di Aula Kemenag Sidrap, Sabtu (16/12).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum PW Fatayat NU Sulsel, Koprs PMII Putri Cabang Sidrap, Satriani, dr Rosmin, Ketua Umum PW Fatayat NU Sulsel, Nurul Ulfa.

Ketua PC Fatayat NU Sidrap, Maryam mengatakan, stunting merupakan persoalan yang sudah lama menjadi konsentrasi Fatayat NU.

“Untuk pengurus Fatayat akan terus berkontribusi lebih banyak dan besar di lapangan untuk mencegah stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PW Fatayat NU Sulsel, Nurul Ulfa yang membawakan terkait materi Peran Kader Perempuan NU cegah stunting menjelaskan bahwa Stunting adalah keadaan tubuh yang sangat pendek hingga melampaui defisit 2 SD dibawah median panjang atau tinggi badan populasi yang menjadi referensi internasional.

“Stunting adalah keadaan dimana tinggi badan berdasarkan umur rendah, atau keadaan dimana tubuh anak lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak lain. Stunting merupakan masalah besar bagi bangsa Indonesia,” katanya.

Sebab, kata dia, anak pendek mencerminkan kurangnya asupan gizi yang berpengaruh pada pertumbuhan anak tersebut. Untuk menanggulangi masalah stunting ini, peran ulama NU sangat penting dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan stunting ini.

Pemahaman terkait lanjut Nurul, sosialisasi cegah Stunting untuk generasi Melineal merupakan perwujudan dari masalah kurang gizi kronis yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

“Anak yang stunting tidak hanya memiliki fisik yang lebih pendek dibanding anak-anak sehat, tetapi fungsi kognitifnya pun terganggu. Akibatnya, prestasi sekolah pun tidak maksimal,” pungkasnya.

Hal sama disampaikan pemateri lainnya dr Rosmin. Menurutnya masalah stunting ini memang perlu perhatian lebih dini, untuk itulah sehingga dr Rosmin mengaku siap setiap saat untuk memberikan materi tentang masalah stunting ini.

“Melalui perduli peduli remaja Sidrap, saya mengajak seluruh elemen masyarakat terutama kaum muda, khususnya organisasi Kepemudaan untuk bisa ikut bersama sama mengatasi masalah stunting ini. Dan saya siap kapan saja jika diundang jadi pembicara,” tandasnya. (*)


Tag
div>