JUMAT , 14 DESEMBER 2018

PD Parkir Dituntut Inovatif

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Rabu , 14 Desember 2016 14:55
PD Parkir Dituntut Inovatif

Ilustrasi. foto: asep/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi B Bidang Perekonomian dan Pendapatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar menilai pengelolaan parkir dibawah Perusahaan Daerah (PD) Parkir belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pasalnya dewan menilai masih terdapat sejumlah titik parkir yang tidak mampu di ditangani dengan baik, sehingga menyebabkan lost potensi pendapatan. Hal itu dinilai karena kuranya inovasi PD Parkir dalam mengelola perparkiran.

“Kami rekomendasikan pada PD Parkir untuk meniru pengelolaan parkir yang ada di Kota Denpasar, Bali. Yang ada saat ini sudah tidak tepat,” ungkap Wakil Ketua Komisi B, Hasanuddin Leo, (13/12)

Hasanuddin Leo menyebutkan, sistem penarikan parkir serta bagi hasil yang selama ini dilakukan PD Parkir belum mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Adapun deviden hanya di kisaran angka Rp 1 milliar lebih pertahun. Melihat potensi parkir di Makassar, jumlah itu dianggap sangat minim. “Sistem yang ada harus diubah, masa deviden hanya kisaran Rp 1 milliar pertahun. PAD dari Parkir di Makassar dapat bertambah hingga Rp 4 milliar jika dapat dimaksimalkan,” jelas Hasanuddin Leo.

Legislator PAN ini menjelaskan, sistem bagi hasil retribusi parkir yang diterapkan di Bali sebesar 30 persen, disetor ke kas daerah dan 70 persen untuk operasional PD Parkir. “Sistem PD parkir di Bali itu bagus, jika ini diterapkan oleh PD Parkir Makassar dapat mendekati deviden PDAM Makassar, serta jukir juga sejahtera” terangnya.

Dia menyebutkan, salah satu inovasi PD Parkir di Bali yang memicu masyarakat melakukan parkir pada daerah resmi diantaranya, tiap tahun PD Parkir mengundi bukti kupon retribusi parkir dengan hadiah menarik, sehingga semakin sering melakukan parkir yang resmi maka peluang untuk menjadi pemenang terbuka lebar. “Di Bali, PD Parkir punya cara sendiri untuk menertibkan parkir yaitu dengan cara undian berhadiah. Hadiahnya besar, ada mobil dan motor. Belanja door prize ini berpengaruh terhadap pendapatan,” katanya.

Lanjutnya, Ia menegaskan minimnya PAD yang diberikan PD Parkir juga disebabkan biaya operasional sangat besar. Sehingga berpengaruh terhadap sisa hasil usaha (SHU). “Jika SHU rendah maka turut berpengaruh terhadap deviden,” kata dia.

Disisi lain, PD Parkir juga dianggap belum mampu menuntaskan jukir liar di sejumlah titik yang memiliki pendapatan cukup besar. Diantaranya parkiran pasar senggol, jalan sungai cerekang (penjual sarabba), area pasar butung, sentral dan sejumlah median jalan lainya. Pasalnya, jika semua itu dimaksimalkan dapat mendorong deviden. “parkir tanpa karcis harus ditertibkan, ini juga merusak nama pemerintah,” tambahnya.

[NEXT-RASUL]

Menanggapi persoalan tersebut, Direktur PD Parkir Makassar Irianto Ahmad mengatakan, saat ini pihaknya telah mempersiapkan sistem smart parking di sejumlah wilayah di Makassar. Smart Parking kata dia secara langsung mengurangi parkir liar yang selama ini menjamur di berbagai titik dalam kota. “Dengan penerapan smart parking ini, pendapatan PAD bisa maksimal,” jelasnya.

Lanjutnya, pada 2016, pihaknya telah menertibkan hingga ratusan titik parkir liar yang dikuasai oleh oknum tertentu, seperti yang ada di minimarket dan pertokoan. “Pembenahan kami sudah lakukan secara berangsur-ansur, target kami pada 2017 kedepan, makassar tanpa jukir liar,” tutupnya. (D)


Tag
div>