RABU , 21 NOVEMBER 2018

PD Parkir Terus Sosialisasikan Penerapan Sistem TPE

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Senin , 29 Oktober 2018 09:20
PD Parkir Terus Sosialisasikan Penerapan Sistem TPE

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jajaran Direksi PD Parkir Makassar Raya dipastikan segera menerapkan teknologi terbaru mereka untuk mengatasi perparkiran di Makassar. Setelah penerapan Sistem Parkir Online yang kurang maksimal, kini PD Parkir menggandeng pihak swasta, PT Kinarya Terbaik Indonesia dalam menerapkan sistem Terminal Parking Elektronik (TPE).

Direktur Operasional PD Parkir, Syahril Sappaile mengatakan, jika Oktober ini sistem tersebut baru tahap sosialisasi dan tengah diujicoba pada tiga kawasan yakni di Jalan Somba Opu, Jalan Penghibur dan Jalan RA Kartini.

“Saat ini mereka (investor) masih tahap sosialisasi dan proses pemasangan (TPE). Barangnya itu datang bulan depan (November), karena ini barang didatangkan langsung dari negaranya (Swiss). Kami pasti akan mengundang kalau mau launching,” jelasnya, Minggu (28/10).

Lebih jauh, ia juga menjelaskan bahwa penerapan teknologi asal Swiss itu tak semuanya masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, PD Parkir menerapkan sistem bagi hasil dengan pihak investor, yakni 32 persen untuk PD Parkir dan 68 persen ke investor.

“Kita bagi hasil, persentasenya itu kita 32 persen dan mereka 68 persen. Karena dia semua yang kelola kemudian kita hanya tunggu hasil,” ucap Syahril.

Selain itu, kata Syahril, manfaat TPE ini akan diberikan langsung ke Juru Parkir (Jukir) yakni pemberian asuransi dan gaji pokok. Termasuk asuransi kepada pengguna parkir TPE.

“Sepanjang dia (pengguna jasa parkir) punya bukti dia parkir disitu, kita ada asuransi,” ujarnya.

Syahril menambahkan, penerapan TPE ini nantinya akan membantu mengatasi jukir liar yang kerap menjadi biang kerok macet. Penerapan ini paling lambat Januari 2019.

“Kenapa? Karena termasuk didalamnya perhitungan pendapatan, kalau itu molor maka akan lebih lama lagi,” ucapnya.

Kedepan, kata Syahril, penerapan TPE ini akan melibatkan jukir resmi PD Parkir sesuai wilayah kerja masing-masing. Misalnya, Jukir yang sudah lama tugas di Jalan Penghibur maka jukir tersebut akan bertugas saat penerapan TPE di jalan tersebut.

“Jadi, salah satu yang kami prioritaskan jukir setempat, karena itu akan diseleksi tapi kita usulkan jukir setempat, kami tidak mau menghilangkan pendapatan jukir resmi,” katanya.

Untuk meningkatkan kinerjanya Jukir, Lanjut Syahril, PD Parkir akan menempatkan sejumlah pengawas dan Supervisor serta pengaman sehingga sistem TPE ini berjalan baik.

“Potensi pendapatan ini mencapai miliaran rupiah, itu hasil perhitungan mereka (pihak swasta),” ujarnya.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) PD Parkir, Satriani Ulfa Mungkasa mengatakan, pihaknya akan menata perparkiran, termasuk penataan jukir resmi dan jukir liar. Pihaknya berjanji akan menindaki jukir yang menerima uang parkir tidak sesuai tarif parkir.

“Jukir resmi dan liar itu kami akan menata dan menindaki apabila ditemukan dia mengambil uang parkir yang tidak resmi,” ucap Fifi, sapaan akrabnya.

Kata Fifi, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polrestabes Makassar terkait penindakan jukir liar yang kerap meresahkan masyarakat.

“Kita sementara koordinasi dengan pihak terkait, kalau dishub itu nantinya untuk menangkap kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya (di derek), kami juga kerjasama dengan kepolisian untung menangkap jukir liar itu apabila ditemukan pungutan tidak resmi,” jelasnya.

Diketahui, upaya PD Parkir mengatasi jukir liar dan transparansi pendapatan parkir sebelumnya sudah dilakukan. Dirut PD Parkir sebelumnya, Irianto Ahmad menggunakan sistem Perkir online yang dinilai mampu mengatasi permasalahan parkir, terutama transparansi pendapatan. Namun, setelah hampir digunakan di 54 titik di Kecamatan Ujung Pandang berakhir gagal.

Kini, pucuk pimpinan PD Parkir berganti diikuti pergantian sistem perparkiran. Kali ini, PD Parkir memakai sistem Teknologi Parking Elektronik milik perusahaan Kinarya Terbaik Indonesia yang diprediksi mampu mengatasi permasalahan parkir di Makassar. (*)


div>