KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

PD Pasar Intensifkan Persiapan Relokasi Pedagang Pasar Sentral

Reporter:

Armansyah

Editor:

MA

Kamis , 30 Agustus 2018 07:45
PD Pasar Intensifkan Persiapan Relokasi Pedagang Pasar Sentral

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM– Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengintensifkan persiapan relokasi pedagang, baik pedagang resmi maupun Pedagang Kaki Lima (PKL) ke dalam New Makassar Mal (NMM) dan Ruko Blok B. Salah satunya berupaya dan terus melakukan pendekatan kepada para pedagang. Namun demikian, sebagai leading sector, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya Kota Makassar kian tertutup soal informasi jelang relokasi yang deadline 3 September mendatang.
Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Makassar Raya Kota Makassar, Japri Y Timbo, saat coba dikonfirmasi tak memberikan informasi detail mengenai perkembangan relokasi Pasar Sentral Makassar. Malah terkesan menghindar jika singgung mengenai relokasi pedagang. “Saya masih rapat dulu,” singkatnya.
Sementara, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Makassar Raya Kota Makassar, Nuryanto Dg Liwang, mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan informasi dari hasil rapat yang telah dilakukan dengan para pedagang sebelum disampaikan ke Ketua Tim Relokasi, Naisyah T Azikin.
“Saya belum bisa (publish) karena belum laporkan ke Bu Ketua (Naisya T Azikin) karena masih di Papua dan Pak Wali (Wali Kota) belum di Makassar, kalau sudahmi baru saya berkomentar,” kilahnya.
Nuryanto menjelaskan, pada prinsipnya rapat dan tindak lanjut yang dilakukan PD Pasar dan pedagang itu arahan dari Penjabat (Pj) Gubernur soal tanda tangan relokasi pedagang. PD Pasar akan selalu melakukan pendekatan persuasif soal relokasi ke New Makassar Mal (NMM) dan Ruko Blok B.
“Insya Allah, 3 September kita relokasi semua pedagang. Paling inti soal relokasi jangan sampai anggaran jalan kembali ke negara (Silpa),” ungkapnya.
Terpisah, Direktur Umum (Dirum) PD Pasar Makassar Raya Kota Makassar,
Alham, mengatakan, Pemkot Makassar optimis akan melakukan relokasi sesuai jadwal yang telah dilakukan. Pasalnya, hingga kini PD Pasar dibantu aparat Polri-TNI melakukan tahapan-tahapan dan pendekatan secara persuasif ke pedagang.
“Kita telah menindaklanjuti pertemuan-pertemuan yang dilakukan, baik di Balaikota maupun di Kodim, mengimbau para pedagang agar segera masuk ke dalam New Makassar Mal menempati lods yang telah disiapkan,” katanya.
Alham menjelaskan, pihaknya telah membentuk tim kecil. Tujuannya, agar imbauan pemkot bisa sampai ke seluruh pedagang. Selain itu, pihaknya masih terus melakukan rapat agar menemukam solusi yang baik.
Diketahui, 80 persen pedagang sudah sepakat untuk direlokasi, sementara 20 pedagang lainnya belum menyatakan sikap untuk mau direlokasi.
Pedagang yang bejumlah 20 persen ini, menolak lantaran masih bersikukuh dengan harga Rp42 juta per meter. Padahal, harga itu merupakan harga indeks dimana harga setiap lods di New Makassar Mal bergantung pada posisi strategisnya.
Berdasarkan data yang dihimpun di New Makassar Mal sedikitnya ada 3.000 lods, dimana 1.800 diantaranya diperuntukkan untuk pedagang resmi, sementara selebihnya untuk pedagang baru.
Dari 1.800 pedagang resmi Pasar Sentral yang memiliki sertifikat, baru sekira 80 persen pedagang yang membayar, 500 pedagang yang melunasi dan 1.000 lebih pedagang membayar secara angsur. Namum, hingga saat ini baru sekira 100 lebih pedagang yang menempati lodsnya di New Makassar Mal. Sementara, di eks Ruko Blok B ada sekira 180 lapak semi permanen seluas 2×1,5 meter berdiri. Ratusan lapak itu diperuntukkan kepada pedagang yang terdaftar dalam Surat Keputusan (SK) 871 yang diterbitkan Pemkot Makassar, beberapa waktu lalu.(**)


div>