SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

PDIP Bakal Ngos-ngosan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 25 April 2017 10:11
PDIP Bakal Ngos-ngosan

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – PDI Perjuangan tak sejago dulu. Kekalahan partai berlambang banteng moncong putih itu di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta jelas akan berdampak di daerah, khususnya di Sulsel.

Jika bercermin dari Pileg dan Pilpres 2013 lalu, PDIP memang sangat superior. Selain meraih suara terbanyak, partai besutan Megawati Soekarno Putri itu juga berhasil mengantar kadernya Joko Widodo sebagai Presiden RI.

Hanya saja kesuksesan itu tak dibarengi dengan hasil gemilang di Pilkada. Tercatat PDIP kalah di 45 daerah pada Pilkada serentak gelombang kedua 2017. Bahkan khusus di Sulsel, tak satu pun kader PDIP yang diantar menjadi kepala daerah.

Menanggapi hal itu, Koordinator Wilayah Indonesia Timur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Atto Taroempoe menilai, kekalahan PDI Perjuangan di Pilkada Jakarta bukan hal yang perlu di khawatirkan oleh kader PDI Perjuangan di Sulsel. Pasalnya, kata dia, proses politik yang terbangun di Jakarta sangat berbeda dengan yang ada di Sulsel, sehingga hal tersebut tidak dapat disama-samakan.

“Kalau berpengaruh secara signifikan saya kira tidak karena pilkada serentak 2018 nanti kondisinya pasti berbeda dengan pilkada DKI,” ungkapnya, Senin (24/4).

Lebih lanjut, kata Atto Taroempoe, imbas dari Pilkada Jakarta hanya akan lebih terasa pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. “Untuk Pilpres dan Pileg mungkin iya ada pengaruhnya terutama nanti untuk wilayah DKI itu sendiri,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Terkait dengan kemenangan Gerindra di Pilkada Jakarta, Atto menjelaskan, untuk saat ini Gerindra harus mampu berfikir keras dalam menentukan bakal calon yang akan diusung. Bukan tanpa alasan, hal tersebut harus dilakukan Gerindra untuk mempertahankan perolehan kemenangannya dalam mengusung figur.

“Saya kira kita harus tetap menunggu siapa yang akan diusung oleh Gerindra karena pertarungan nantinya akan sangat bergantung dengan figur sebagai faktor utama untuk bisa memenangkan pilkada,” terang Atto.

Sementara itu, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto, menilai, dampak terbesar yang dihadapi oleh PDIP Perjuangan usai kalah di Pilkada Jakarta adalah masalah psikologis yang akan menerpa kader di Sulsel. Sehingga, kata Luhur, PDI Perjuangan perlu untuk kembali memanaskan mesin partai, baik dalam bentuk menyematkan kader dalam menghadapi Pilkada serentak di Sulsel.

“Kekalahan PDI Perjuangan di Pilkada DKI Jakarta membawa dampak secara psikologis. Jelang Pilkada Jabar dan Jatim, yang sangat strategis dan melihatkan jumlah pemilih terbesar. PDI Perjuangan perlu recovery psikologis, evaluasi strategi, dan konsolidasi ulang untuk di Pilkada ini,” ungkapnya.

Terkhusus Gerindra sendiri, Luhur menyebutkan, usai memenangkan usungannya di Pilkada Jakarta, Gerindra memiliki modal besar untuk mengusung bakal calon. Dimana, meskipun situasi dan kondisi politik ditiap daerah berbeda namun Gerindra telah memegang kendali cukup besar untuk menggerakkan kader-kadernya dalam menjalankan mesin partai termasuk membangun koalisi dengan partai lain.

“Gerindra sebaliknya, situasi euforia kemenangan di Pilkada DKI bisa di transformasi di tempat lain. Meskipun juga, situasi Pilkada di tiap daerah bisa berbeda, tapi model membangun tim pemenangan bisa direplikasi di Pilkada lain,” paparnya.

[NEXT-RASUL]

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Sulsel, Muhammad Iqbal Arifin mengungkapkan, saat iniĀ  PDIP Sulsel telah menyiapkan diri untuk menyambut Pilkada 2018 mendatang.

“Untuk kesiapan PDIP akan mempersiapkan diri menghadapi Pilkada 2018 di Sulsel. Kekalahan di DKI dan Banten akan jadi motivasi di Sulsel,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon Senin (24/4).

Oleh sebab itu, lanjut dia DPD PDIP Sulsel akan melakukan rapat koordinasi khusus (Rakorsus) di Kantor DPD PDI Sulsel Selasa (25/4) besok (hari ini) untuk mengevaluasi pengurus DPC perihal kesiapan menghadapi Pilkada.

“Jadi besok (hari ini) Rakorsus, apa-apa yang akan dilakukan DPC menyongsong Pilkada 2018, 2018 dan 2019, ini sebagai persiapan,” kata Iqbal Arifin.

Menurut Iqbal, sejumlah kader PDIP di masing-masing daerah akan didorong maju bertarung di Pilkada Serentak termasuk Pilkada Pilwalkot Makassar.

DPD PDIP Sulsel, kata dia memiliki lima kursi di DPRD Sulsel. Pada Pilkada Serentak 2018 melalui rakorsus akan membicarakan usungan di Pilgub. “Kalau di daerah kursi PDIP bisa mengusung kader berpotensi pasti kita dorong. Dan Pilgub Pak ketua (Andi Ridwan Wittiri) sudah harga mati untuk kita usung di Pilgub Sulsel,” tegasnya.

Dia menambahkan, besar harapan Pilkada DKI dan Banten tak terjadi di Sulsel. Oleh sebab itu ia mengimbau kader PDIP untuk tetap solid menghadapi Pilkada dan Pilgub Sulsel. “Harapan kita kader tetap solid,” harap dia.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudi Pieter Goni (RPG) menegaskan, pihaknya siap memenangkan Pilkada 2018 di Sulsel. “Baik Pilkada Serentak, Pilgub Sulsel 2018 dan Pemilu 2019 nanti. PDIP Sulsel telah siap menghadapi kompetisi,” tuturnya.

Dia menegaskan, kekalahan di DKI dipastikan tak berdampak di Sulsel. Bahkan ia menyebutkan PDIP Sulsel optimistis akan meraih kemenangan di Pilkada, khusus sejumlah daerah yang akan jadi pertarungan kader PDIP. “Mesin partai saat ini sudah bekerja, kami yakin hasil di Pilkada akan memuaskan,” pungkasnya. (E)


Tag
  • PDIP Sulsel
  •  
    div>