SABTU , 17 NOVEMBER 2018

PDIP Hanya Jadi Penonton di Pilkada Serentak

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 15 Agustus 2017 09:59
PDIP Hanya Jadi Penonton di Pilkada Serentak

ilustrasi (*)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel, diprediksi bakal menjadi penonton di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, dan sebagian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang.

Partai besutan Megawati Soekarno Putri ini tak punya jagoan untuk didorong maju di Pilgub Sulsel. Sedangkan target dari 12 pilkada serentak, hanya memenangkan di delapan daerah, dan tiga daerah bakal absen.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappemilu) DPD PDIP Sulsel, Iqbal Arifin, mengakui, saat ini beberapa nama telah dikirim ke DPP, terkait dengan Pilwalkot maupun Pilgub. Figur untuk pilgub terdapat nama-nama dari eksternal. Sementara untuk Pilwalkot, Iqbal enggan menyebut nama.

“Sudah dikirim nama-namanya ke DPP,” ujarnya, Senin (14/8).

Ditanya soal target di pilkada, meski DPP menargetkan delapan daerah, namun DPD Sulsel punya target sendiri untuk memenangkan pilkada di sebelas daerah.

“Kalau DPP kasih kita target delapan, tapi kita di DPD targetkan menang sebelas daerah semua,” tuturnya.

Seperti diketahui, PDIP Sulsel dipastikan tak mengusung kadernya di Pilgub, juga beberapa daerah. Seperti Pilkada Pinrang, Pilwalkot Makassar, dan Parepare. Baik bakal calon bupati, maupun wakil bupati.

Partai besar pemenang pemilu 2014 ini juga masih ragu mendorong kader sendiri di perhelatan lima tahunan ini. Padahal, PDIP  punya lima kursi di DPRD Sulsel. Kendati demikian, Iqbal mengakui, PDIP tidak ingin menjadi penonton di Pilkada Sulsel 2018 secara keseluruhan. Untuk itu, partai ini terus bergerilya mencari parpol lain untuk berkoalisi, dan mendorong kader di sebagian daerah untuk meraih kemenangan di Pilkada.

[NEXT-RASUL]

“Soal rekomendasi dukungan di Pilgub belum ada. Tunggu saja,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri, mengungkapkan, khusus untuk Pilgub Sulsel hingga saat ini PDIP belum bersikap siapa yang akan didukung. PDIP tetap mengacu pada hasil survei. Namun, Andi Ridwan tidak membantah hampir seluruh calon yang bakal maju intens menjalin komunikasi dengannya.

“Semua intens menjalin komunikasi. Jadi, kami belum tentukan sikap,” pungkasnya.
Sementara, Pakar Politik Unhas, Adi Suryadi Culla, mengatakan, PDIP minim figur sehingga tidak ada kader siap maju, khususnya di pilgub. “Secara nasional boleh hebat, namun di kancah daerah, PDIP belum bisa menunjukkan taring untuk bersaing. Sejatinya, parpol harus mendukung dan mengusung jagoan sendiri,” tuturnya. (yad/dwi/D)


Tag
div>