MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

PDIP Tunggu Pinangan Figur Eksternal

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 11 April 2017 10:14
PDIP Tunggu Pinangan Figur Eksternal

INT BELUM TENTUKAN USUNGAN. DPW PDIP Sulsel membuka peluang figur eksternal untuk diusung di Pilgub. Rencananya pendaftaran cagub akan dibuka Juni 2017 mendatang.

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih adem anyem. Seperti Pilgub sebelumnya, partai besutan Megawati Soekarno Putri ini nampaknya hanya akan menjadi penggembira saja.

Penulis : Lukman

Jika parpol lain tengah sibuk mensosialisasikan kadernya di Pilgub Sulsel 2018 mendatang, tapi tidak dengan PDIP. Partai berlambang banteng moncong putih itu justru terkesan menunggu pinangan figur ekternal.

Lebel jawara pada Pileg 2014 lalu plus pemenang Pilpres ternyata tak berbanding lurus dengan prestasi di daerah. Bahkan pada Pilkada serentak gelombang pertama 2015 lalu, PDIP harus kalah di 44 daerah.

Sementara di Sulsel, dari sebelas daerah yang menggelar Pilkada serentak 2015, tidak ada satu pun kader PDIP yang duduk sebagai kepala daerah. Meski pada akhirnya PDIP Sulsel hanya mampu menggaet Wakil Bupati Pangkep Syahban Sammana dan Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Mallagani Kr Kio. Itu pun dilakukan setelah Pilkada.

PDIP sebenarnya punya Andi Ridwan Wittiri (ARW) yang bisa didorong maju di Pilgub Sulsel. Hanya saja, sosialisasi terhadap Ketua PDIP Sulsel itu untuk ikut bertarung tak seagresif figur lainnya.

PDIP sendiri rencananya akan membuka pendaftaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan pada bulan Juni tahun ini. Hal itu merujuk dengan tahapan Pilgub Sulsel yang semakin dekat. ”Bulan Juni kami buka pendaftaran karena Pilgub Sulsel digelar pada 2018 mendatang,” kata ARW.

Ia mengungkapkan, partainya terbuka dalam melakukan koalisi dengan partai lain. Pasalnya, PDIP hanya memiliki 5 kursi di DPRD Sulsel. Sementara syarat usungan adalah 18 kursi. “Kami terbuka untuk melakukan koalisi termasuk dengan Partai Golkar,”ucapnya.

[NEXT-RASUL]

ARW memberi contoh, di Pilkada DKI, partainya berkoalisi dengan lima partai. Yaitu NasDem, PKPI, PPP, dan Hanura padahal PDIP memiliki jumlah kursi yang cukup signifikan. “Itu karena apa? Karena kami ingin menang. Di Sulsel pun demikian,”jelasnya.

Namun demikian, partai belum memutuskan siapa kandidat yang akan diusung karena PDIP mempunyai mekanisme dalam mengusung kandidat. Yaitu melalui proses penjaringan dan hasil survei.

“Intinya kami ingin menang. Jadi siapa saja boleh mendaftar. Tergantung hasil survei. Bahkan saya siap maju apalagi DPP mengutamakan kader internal,”tutur ARW.

Sementara Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni mengakui, jika Golkar adalah partai yang paling berpengaruh di Sulsel. Tapi, kata dia, PDIP juga akan tetap tampil untuk bergerak dalam moment politik seperti Pilkada.

“Kalau soal partai berpengaruh di Sulsel tentu akan mengarah pada Partai Golkar, tapi kami di PDIP juga tidak akan ciut. Kami akan terus melakukan pembenahan struktur secara internal untuk selalu tampil dalam event politik di Sulsel,” kata Rudy.

Menurut RPG–sapaan akrab Rudy P Goni, pada Pilkada serentak 2015 lalu, PDIP juga telah tampil secara maksimal. Buktinya, kata dia, beberapa usungan PDIP mencapai hasil yang maksimal yakni memenangkan Pilkada seperti Gowa dan Pangkep.

“Pilkada serentak 2015 lalu itu kami tetap tampil kan, bahkan usungan kami di Pilkada Gowa dan Pangkep menang. Dan setelah Pilkada itu, Wakil Bupati Gowa Karaeng Kio dan Wakil Bupati Pangkep Syahban Sammana masuk di PDIP,” ungkapnya.

RPG menambahkan, PDIP sangat mengutamakan kaderisasi dibandingkan dengan partai lain. Bahkan ia menilai, PDIP sangat menjunjung tinggi etika politik dalam melakukan manuver politik, terutama dalam hal mencomot kader partai lain.

[NEXT-RASUL]

“Kita punya etika dalam berpolitik. Dan ini mesti kita jaga. Pertama kita akan merangkul birokrat bukan mencomot kader partai lain. Dan kedua membuka diri kepada seluruh masyarakat dalam melakukan pelatihan kader, kami tidak mengenal istilah pembajakan,” jelasnya.

Oleh karena itu, legislatif DPRD Sulsel itu mengaku sedang malakukan perbaikan dan pembenahan secara menyeluruh. “Kami saat ini itu sedang fokus perbaikan internal, karena kami mengakui banyak kader kami yang sedang digoda oleh partai lain. Dan untuk mencegah agar kader potensial kami pindah maka perlu dilakukan pembenahan struktur,” ujarnya. (*)


div>