RABU , 18 JULI 2018

Pecat Kader, Golkar Ditinggal Pendukung

Reporter:

Suryad Maswatui

Editor:

asharabdullah

Senin , 16 April 2018 12:00
Pecat Kader, Golkar Ditinggal Pendukung

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi memecat tiga kadernya di Sulsel. Ketiganya adalah legislator Golkar di DPRD Sulsel, yakni Rahmansyah dan Rismawati Kadir Nyampa, serta Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Ansar Zaenal Bate.

Pakar Sosiologi Politik Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Dr Sawedi Muhammad, menilai, pemecatan kader secara massal adalah bentuk kekecewaan dan sakit hati pengurus terhadap struktur yang tidak mau menjalankan aturan atau perintah partai. Pemecatan kader adalah bagian ketidaksolidan, akibat dari pimpinan yang tak mampu lagi untuk merangkul para jajaran bawahannya.

“Hal ini membuat sakit hati sehingga timbul kekecewaan untuk dilakukan sanksi hingga pemecatan,” ujarnya, Minggu (15/4) kemarin.

Akademisi Unhas ini menilai, dalil DPD Golkar untuk memberikan sanksi hingga pemecatan kader atas dasar tak mendukung usungan Golkar di Pilgub. Padahal, usungan Golkar di daerah lain juga tak didukung oleh figur lain. Oleh sebab itu, pemecatan kader Golkar akan membuat partai ini semakin kehilangan konsentrasi.

“Dari segi basis juga, yang dipecat akan mengalihkan dukungan, begitu juga dengan pendungkungnya. Alasan pemecatan sangat sederhana. Ini sakit karena kekecewaan kepada figur. Secara psikologi berdampak pada partai. Apalagi, beberapa ini anggota dewan yang punya basis massa ril di daerah,” paparnya.

Menurutnya, jika golkar konsentrasi hanya pada figur yang diberikan sanksi, maka yakinlah akan ketinggalan untuk menghadapi momentum Pilkada dan Pilgub yang sekarang di depan mata. Dalam kondisi saat ini, pengurus DPD Golkar Sulsel seharusnya fokus pada mempertahankan basis serta kader yang dinilai melanggar. Hal ini dengan tujuan, mempertahankan basis massa yang ada.

“Seharusnya, setelah pilgub baru kemudian ditertibkan kader yang balelo. Karena, jika konsentrasi ke arah sanksi, maka golkar semakin ditinggal pendukung,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi mengenai pemecatan kader melalui SK yang beredar, Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Abdilllah Nasir, membenarkan sanksi yang dijatuhkan kepada kader tersebut.
“Benar dinda, sesuai SK DPP. Golkar resmi memecat Rahmansyah, Rismawati Kadir Nyampa, dan Ansar Zaenal Bate,” aku Abdillah.

Tak hanya tiga kader tersebut, lanjut Abdillah, ada beberapa kader juga masih terpantau gerak geriknya. Jika kelak salah melangkah, maka akan diberikan sanksi seperti kader saat ini.

Menurutnya, alasan pemecatan terhadap kader Golkar yang telah melakukan pelanggaran berat terhadap berbagai keputusan partai. Salah satunya, tak mendukung usungan partai.

“Beberapa kader lain sedang dalam proses, dan pada waktunya akan dikenai sanksi yang disesuaikan dengan fakta pelanggaran yang dilakukan. Karena melakukan pelanggaran berat terhadap berbagai keputusan partai,” terangnya.

Diketahui, pemecatan tiga kader Golkar itu, sebelumnya dibahas dalam rapat pleno DPD Partai Golkar Sulsel. Mereka adalah Rahmansyah saat ini tercatat sebagai anggota Komisi C DPRD Sulsel, Rismawati Kadir Nyampa anggota Komisi A DPRD Sulsel, serta Ansar Zaenal Bate saat ini tercatat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Gowa.

Kader ini resmi diberikan sanksi pemecatan sesuai terbitnya Surat Keputusan (SK) pemecatannya sebagai kader partai beringin, Sabtu (14/4) lalu.

Sebelumnya, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPD Golkar Sulsel, Risman Pasigai, mengakui pemecatan ketiga kader itu, karena terindikasi kuat tidak mengikuti perintah partai untuk memenangkan pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar.

”Alasannya tidak mengikuti perintah partai, sesuai dengan PO dan juklak tentang pilkada dan organisasi,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihak Golkar menilai Rahmansyah, Rismawati, dan Zainal Bate memang selama ini diketahui berada di barisan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar. Meski tuduhan ini belum ada bukti konkret.

“Ketiga ini terindikasi kuat melakukan dukungan ke calon lain,” katanya.

Terpisah, Rahmansyah mengatakan, hingga sekarang, ia belum tahu alasan dirinya dipecat dari partai beringin. Apabila alasannya hanya karena beda pilihan di Pilgub Sulsel, harusnya lebih banyak lagi kader Golkar yang dipecat.

“Belum tahu alasan dipecat. Apabila alasannya hanya karena beda pilihan di Pilgub Sulsel, harusnya lebih banyak lagi kader Golkar yang dipecat. Karena banyak juga yang tidak ikut perintah dan berseberangan dengan partai,” tuturnya.

Bahkan Rahmansyah beranggapan, begitu cepat mengambil tindakan pemecatan terhadap kader, hanya karena bersebarangan dukungan di pilkada. Yang mesti ditindaki dengan pemecatan, kata dia, adalah kader yang korupsi.

“Yang harusnya dipecat itu yang merusak dan menodai partai dengan perilaku korupsi yang ada di tubuh Golkar, baik pusat maupun di Golkar Sulsel,” tegasnya. (*)

 


div>