RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Pedagang Dilarang Bangun Lapak Baru di Belakang NMM

Reporter:

Armansyah

Editor:

MA

Jumat , 07 September 2018 11:06
Pedagang Dilarang Bangun Lapak Baru di Belakang NMM

int

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menegaskan kepada pedagang untuk tidak berjualan atau mendirikan lapak baru di lahan belakang gedung baru New Makassar Mal (NMM). Pasalnya, lahan tersebut akan dibanguni Rumah dan Toko (Ruko) yang nantinya diperuntukkan untuk pedagang Pasar Sentral Makassar.
Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya Kota Makassar, Nuryanto Dg Liwang, mengatakan, pemkot sudah mengimbau kepada pedagang untuk tidak membangun lagi lapak di lahan yang berada di sebelah barat Jl HOS Cokroaminoto atau di belakang New Makassar Mal.
Pasanya, di lahan tersebut akan dibangun lapak yang akan dihubungkan ke gedung baru ew Makassar Mal. Untuk itu, PD Pasar akan terus melakukan pengawasan terhadap pedagang pasca direlokasi.
Pemkot telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dan menunjuk eks Ruko Blok B sebagai tempat penampungan. Artinya, tidak ada area penampungan selain yang disediakan pemkot.
“Tidak ada penampungan di situ (JL HOS Cokrominoto). SK Wali Kota menunjuk penampungan di bagian Selatan (Pasar Sentral Makassar) bukan bagian Barat di Jl HOS Cokroaminoto,” ujarnya.
“Pembangunan ruko akan dilakukan di bagian Barat. Selain itu, meski tidak ada pengerjaan jalan karena bukan badan jalan, tapi kita larang pedagang bangun tempat di situ,” tambah Nuryanto, Kamis (6/9).
Anto sapaan akrab Nuryanto Dg Liwang, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pemagaran di sekitar lahan bagian Barat Jl HOS Cokroaminoto iti yang disinyalir pedagang akan mengambil alih untuk dijadikan tempat penampungan.
Selain itu, pasca dilakukan pembongkaran lapak, pemkot berharap agar 1800 pedagang resmi segera masuk ke New Makassar Mal. Pasalnya, pihak PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) telah memberikan kebijakan masuk gratis selama enam bulan sembari mengurus administrasi pengambilan lods.
“80 persen kan sudah ambil kunci, nah 20 persen ini kita harap segera mengambil juga kunci ke MTIR. Kan mereka juga diberikan gratis enam bulan sambil mengurus kekurangannya,” harap Nuryanto.
Sementara, Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Makassar Raya Kota Makassar, Japri Y Timbo Dg Rola, mengatakan, tidak ada pembangunan lapak baru di luar kawasan eks Ruko Blok B. Pasalnya, izin berupa SK penampungan hanya dikeluarkan pemkot untuk kawasan eks Ruko Blok B yang diperuntukkan kepada Pedagang Kaki Lima (PK5) yang terdata dalam SK 871.
“Itu sementara kita komunikasikan dan itu tidak bisa, karena di situ sektor barat (belakang New Makassar Mal) sementara yang dapat izin dari pemkot itu adalah sektor Selatan (eks Ruko Blok B),” bebernya.
Japri mengaku, pihaknya sementara melakukan sosialisasi kepada pedagang yang membangun lapak baru di kawasan tersebut. Apalagi, sebagian besar yang mematok lapak di sektor Barat adalah pedagang resmi yang sudah memiliki tempat di New Makassar Mal.
“SK penampungan yang ada izinnya hanya di sektor Selatan untuk PK5, karena yang batas di sana (sektor Barat) itu sebagian besar itu pedagang resmi yang ada tempatnya di dalam dan sudah diikat lewat surat kesepakatan,” ungkapnya.
Diketahui, di Jl KH Wahid Hasyim ada sekira 164 pedagang, 87 diantaranya adalah pedagang resmi dan 40 pedagang tumbuh, selebihnya pedagang yang terdata di SK 871. Jl KH Ramli 466 pedagang dan semuanya adalah pedagang kaki lima yang terdata di SK 87. Sementara, di Jl HOS Cokroaminoto ada sekira 500 lebih pedagang, dimana pedagang tumbuhnya mencapai 200 orang. (**)


Tag
div>