MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Pedagang Keluhkan Kenaikan Harga Beras

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Sabtu , 20 Januari 2018 10:47
Pedagang Keluhkan Kenaikan Harga Beras

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Harga beras di Kota Makassar mengalami kenaikan selama beberapa bulan terakhir ini. Kenaikan ini sangat dikeluhkan para pedagang beras hingga ibu rumah tangga.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Terong Makassar, Lina, mengatakan, beberapa bulan terakhir harga beras naik drastis dari harga normal. Setiap pekannya pasti ada kenaikan harga sekira Rp5.000.

“Baru tahun ini kenaikan beras sangat tinggi, yakni dari Rp7.000 sekarang sudah mencapai Rp10.000 per Kilogram (Kg),” keluhnya.

Hal itu disebabkan tingginya harga beras yang dijual agen-agen beras, sehingga mau tidak mau, pihaknya harus melakukan penyesuian harga.

“Beras kepala cap Sayur misalnya yang paling banyak peminatnya sudah mencapai Rp9.200 per Kg atau Rp230.000 per karung,” jelasnya.

Kenaikan harga beras ini, tidak serta merta membuat pelanggan pindah ke beras Bulog yang disuplai pemerintah, karena harganya beda tipis dengan beras biasanya. Pelanggan lebih memilih beras biasa, karena beras Bulog kualitasnya tidak bagus dari segi tekstur dan warna.

“Untung-untung kalau ada yang beli dalam satu hari, karena perbedaan harga cuma sedikit. Pelanggan lebih memilih beras kepala yang teksturnya lebih bagus,” jelasnya.

Sementara, salah seorang pedagang beras di Pasar Pa’baeng-Baeng Makassar, Intan, mengatakan, kenaikan beras mencapai Rp20.000 per karungnya atau Rp280.000 naik jadi Rp300.000 untuk beras jenis super. Kenaikan harga beras dikarenakan musim hujan yang terus menerus, sehingga agen-agen beras menaikkan harga beras secara drastis.

“Harga beras naik dipicu karena musim hujan, petani nanti Maret panen, mungkin bulan ini beras akan normal kembali,” ungkapnya.

Berbeda dengan di Pasar Terong mengenai beras Bulog, di Pa’baeng-Baeng justru laku terjual. Setiap pekannya Intan bisa menjual hingga 1 ton.

“Beras Bulog sekarang lebih bagus dari sebelumnya, lalu berasnya kuning, baum dan pecah-pecah, sekarang teksturnya sudah bagus dan tidak bau lagi, sehingga sudah mulai laku dibeli pelanggan,” ungkapnya.

Intan sendiri mendapatkan pasokan beras dari agen-agen dari daerah Soppeng, Sidrap, dan Takalar. (*)


div>