SENIN , 22 OKTOBER 2018

Pedagang Keluhkan Rencana Relokasi Pedagang Pasar Sentral Takalar

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Minggu , 15 April 2018 22:55
Pedagang Keluhkan Rencana Relokasi Pedagang Pasar Sentral Takalar

Pasar Sentral Takalar

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan pedagang Pasar Sentral Takalar mengeluh, pasalnya, balai-balai yang selama ini ditempati untuk menjual, diamankan oleh petugas dengan alasan penertiban.

Tak hanya itu, dalam waktu dekat, Perusahaan Daerah (Perusda) Panrannuangku juga akan menertibkan para pedagang yang menggunakan balai-balai. Padahal, selama ini pasar didominasi oleh pedagang yang menggunakan balai-balai.

Salah satu pedagang, Daeng A mengeluhkan keputusan sepihak dari Perusda. Pada Minggu (15/4), mereka diberikan Surat Pemeritahuan oleh Perusda bahwa pedagang yang ada di balai-balai akan ditertibkan dan dipindahkan ke tempat yang telah disiapkan.

“Pertanyaannya, kami ini mau dikemanakan? Tempat yang telah disediakan itu dimana? Di kios kah? Saya kira itu sudah dimiliki pihak-pihak tertentu, kan?” tandasnya.

Lanjut dia, lagi pula tidak mungkin semua pedagang itu ditempatkan semua ke kios. “Seharusnya Perusda mendata dulu kami ini. Kalau cuma beberapa orang yang dikasi kios, bagaimana dengan kita ini?,” keluhnya.

Senada, Ketua Asosiasi Pedagan Pasar Sentral, Muh Bahri Daeng Nanring menilai, Perusda Takalar sepertinya mulai mencekik sejumlah para pedagang yang selama ini telah menjual di Pasar sentral dengan menggunakan lapak. Dia menilai, aturan Perusda pun belum jelas.

“Apakah Perusda bisa menyiapkan Lods untuk semua pedagang ini? Seharusnya sebelum Perusda menertibkan, sediakan dulu lodsnya,” harapnya.

Sementara, Kepala Divisi Pasar dan Parkir, Abd kadir melalui Kepala Pasar Sentral Daeng Rate, membenarkan akan melakukan penertiban sejumlah lapak di Pasar Sentral. Hal itu dilakukan terkait rencana menjadikan Pasar Sentral sebagai pasar setiap hari.

“Pedagang yang selama ini yang menggunakan lapak akan dipindahkan ke kios/lods yang sudah disiapkan. Kalaupun semua pedagang tidak bisa dipindahkan, kami tetap menyiapkan tempat untuk bisa ditempati menjual,” jelasnya.

Pihaknya juga mengaku didesak oleh Perusda untuk menjadikan Pasar Sentral sebagai pasar yang beroperasi setiap harinya. Pasalnya, selama ini pasar Sentral hanya diadakan setiap empat hari sekali.

“Kami didesak di Perusda untuk menjadikan pasar sentral untuk dijadikan pasar sehari-hari, tentunya yang kami harus dulu lakukan adalah penataan lapak para pedagang,” tutupnya. (*)


div>