RABU , 22 AGUSTUS 2018

Pedagang Pasar Lakessi Dimintai Keterangan oleh Jaksa, Ada Apa?

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 25 April 2016 20:43

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Setelah memeriksa beberapa pejabat dari lingkup pemerintahan Kota Parepare, terkait pungutan liar Pasar Lakessi, kini Kejakssan Tinggi (Kejati) Sulselbar juga memeriksa salah seorang saksi pedagang di Kejati Jl. Urip Sumiharjo, Senin (25/4).

Kepala Seksi Penerangan Kejati, Salahuddin menuturkan, pihak kejaksaan bukan saja melakukan permeiksaan kepada instansi yang terkait, namun pihaknya juga akan memeriksa para pedagang. “Hari ini baru satu orang yang dimintai keterangan, yaitu dari pedagang atas nama Bustaman Salim,” katanya.

Salahuddin juga mengatakan, pemeriksaan tersebut berlangsung dari pukul 9 pagi hingga pukul 12:00 siang. “Pastinya tim penyelidik tidak jauh melakukan pertanya soal pungutan uang undian itu,” ungkapnya.

Namun bukan sampai di situ saja. Kejaksaan terus mengumpulkan keterangan dari seluruh pihak yang mengetahui pungutan liar yang telah merugikan negera sedikitnya senilai Rp 1,67 miliar. “Tergantung tim penyidik saja. Jika masih ada yang dibutuhkan keterangannya, pastinya akan dipanggil,” kata Salahuddin lagi.

Setelah Kejaksaan menaikkan status kasus Pasar Lakessi dari penyelidikan ke penyidikan sekitar satu bulan lalu, hingga saat ini, tim Pidana Khusus Kejati belum mampu menetapkan tersangka, walau telah memeriksa beberapa saksi-saksi, di antaranya mantan walikota Parepare Jsamsu Alam, wakil Walikota Parepare Faisal Andi Sapada, dan beberapa pejabat pemkot Parepare.

Wakil Walikota Kota Pare-pare Faisal Andi Sapada sendiri pernah menuturkan jika pembanguan pasar Lakessi sudah sesuai dengan prosedur pemerintah kota,. Kikarenakan telah terdapat keputusan Walikota semenjak tahun 2012. Saat itu, Jsamsu Alam yang telah menentukan harga, dan dirinya menganggap itu bukan pungli.

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi saat ini telah menyita beberapa dokumen yang menjadi alat bukti pemeriksaan selanjutnya, di antaranaya SK jabatan Walikota Jsamsu Alam di saat dirinya menjabat dan kuitansi pembayaran undian para pedagang untuk sekitar 1.600 orang.


div>