RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Pedagang Pasar Sentral Desak Lapak Baru Segera Difungsikan

Reporter:

Editor:

dedi

Kamis , 29 Desember 2016 18:54

SINJAI, RAKYATSULSEL.COM –  Sejumlah Pedagang Pasar Sentral, Kabupaten Sinjai mendesak Pemerintah untuk segera memfungsikan bangunan baru lapak dagang yang sudah selesai pembangunannya.

Pasalnya, bangunan lapak tersebut telah selesai sejak sebulan yang lalu, namun hingga saat ini belum ditempati pedagang.

Salah satu pedagang yang namanya enggan disebutkan, mengungkapkan selama pembangunan lapak baru yang telah memakan waktu berbulan bulan, sehingga sangat mempengaruhi penghasilan mereka lantaran pembeli jarang ada yang singgah.

“Selama pembangunan, jarang pembeli mau singgah, karena kalau mereka singgah, jalan  langsung macet, jadi biasa kalau ada yang mau beli, tiba-tiba orang mau lewat terpaksa mereka juga langsung pergi karena merasa dirinya menghalangi jalan,” ungkapnya, Kamis (29/12)

Sementara, PPK Pembangunan Lapak Pasar Sentral dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sinjai, Ramli Latif mengatakan bahwa untuk difungsikannya lapak tersebut bukanlah kewenangan ke Perindag, tapi menjadi kewenangan Dispenda untuk membagikan lapak yang telah dibangun kepada pedagang yang sudah didata.

“Itu bukan kewenangan kami, kami disini cuma bertanggung jawab masalah pembangunannya, dan kami telah menyerahkan untuk penggunaan bangunan tersebut sesuai surat penyerahan penggunaan bangunan yang di tandatangani oleh Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Sentral tertanggal 2 Desember lalu. Jadi untuk difungsikannya lapak tersebut itu adalah kewenangan Dispenda, merekalah yang membagikan lapak tersebut ke pedagang,”pungkasnya

Terpisah, Sekretaris Dispenda, Drs. Haeruddin mengaku baru mengetahui jika pembangunan tersebut telah diserahkan ke UPTD Pengelolaan Pasar, namun sesuai informasi dari staff UPTD Pengelolaan Pasar Sentral, ternyata ada kesalahan pada surat penyerahan penggunaan bangunan tersebut, sehingga belum dilaporkan dimana jumlah lapak secara keseluruhan di surat penyerahan berjumlah 107 lapak, sementara fisik dilapangan hanya berjumlah 103.

“Saya juga baru tau itu Dinda, tapi ternyata ada selisih 4 lapak pada surat penyerahan dengan fisik dilapangan sehingga sampai saat ini belum dibagikan, karena tidak sesuai jumlah lapak yang ada di lapangan dengan yang tertera di surat penyerahan, untuk itu belum kita bagikan,” jelasnya.


div>