SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Pedagang Pelabuhan Mengaku Diintimidasi Oknum Polisi

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 21 September 2012 09:18
Pedagang Pelabuhan Mengaku Diintimidasi Oknum Polisi

ilustrasi

ilustrasi

RAKYAT SULSEL . Makassar – Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pedagang asongan di Pelabuhan Soekarno Hatta, mengaku diintimidasi oleh oknum aparat kepolisian. Bahkan, mereka diancam akan ditangkap atau ditembak jika tidak mau menuruti keinginan Pelindo.

Hal tersebut diungkapkan pengurus Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Sulsel, Andi Asni, yang mendampingi pedagang. Ia mengungkapkan, intimidasi tersebut dilakukan oknum aparat kepolisian saat pertemuan antara pedagang dan pihak Pelindo beberapa waktu lalu.

“Polisi harusnya memberikan jalan keluar, bukan membuat kisruh keadaan dengan ikut mengancam pedagang untuk pindah berjualan,” kata Asni menyayangkan tindakan sewenang-wenang oknum polisi tersebut, Kamis (20/9).

Selama ini, kata Asni, Pelindo selalu menggunakan cara-cara kasar untuk mengusir pedagang termasuk mendiskriminasi antara PKL dan pedagang asongan. Karena itu, ia berharap Pemkot Makassar dan para anggota dewan dapat memberikan solusi untuk pedagang pelabuhan.

“Harus ada solusi yang tentunya tidak merugikan para pedagang,” tegasnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan, Busranuddin Baso Tika, mendukung gerakan pedagang. Menurutnya, pedagang harus diberikan tempat untuk berjualan. Apalagi, mereka sudah puluhan tahun berjualan di pelabuhan.

“Pelindo harus perhatikan hak-hak pedagang, tidak bisa bertindak seenaknya,” ungkap Busra.

Pihak DPRD sudah mengirimkan undangan ke Pelindo dan Dinas Perhubungan untuk menghadiri RDP hari ini, Jumat (21/9).

“Kami harap secepatnya ada penyelesaiannya,” harapnya. (m1/RS5/C)


Tag
div>