SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Pedagang Sentral Menolak Direlokasi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 02 Agustus 2017 10:40
Pedagang Sentral Menolak Direlokasi

Kondisi pembangunan Pasar Sentral Makassar, saat diabadikan belum lama ini. foto: asep/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ratusan pedagang eks Pasar Sentral masih menolak direlokasi ke gedung New Makassar Mall. Mereka memilih bertahan di lapak sementara yang disediakan sebelumnya.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Makassar (APPSM), Andi Parenrengi, mengakui jika hingga saat ini masih ada pedagang yang masih enggan direlokasi. Mereka merasa harga yang ditetapkan berdasarkan SK Wali Kota, tidak sesuai dengan yang ditetapkan MTIR selaku pengembang.

“Kan sudah ada ketetapan dari Pak Wali mengenai harga, yakni Rp42 juta. Tetapi, para pedagang yang menolak direlokasi tersebut merasa harga yang ditetapkan MTIR berbeda dengan SK tersebut,” ungkap Andi Parenrengi, diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (2/8).

Andi Parenrengi yang juga berjualan kain di New Makassar Mall ini menjelaskan, para pedagang yang menolak tersebut sebenarnya hanya tidak memahami bagaimana penghitungan harga lods di Pasar Sentral. Sebab, harga yang ditetapkan tersebut belum termasuk biaya lain-lain yang harus dikeluarkan, apabila ingin menempati lods yang ada.

“Harga memang sudah ditetapkan, tapi itu belum termasuk biaya yang dikeluarkan untuk pengurusan akad kredit, biaya notaris, posisi lods, hingga ukuran lods. Jadi, itu yang perlu diluruskan terlebih dahulu kepada mereka, sehingga harganya bisa berbeda dengan yang telah disepakati,” jelas Parenrengi.

Pihaknya juga mempersilakan kepada para pedagang yang menolak harga sewa agar bernegosiasi langsung dengan pihak MTIR selaku pengelola. Ia mengaku telah berupaya untuk membantu agar para pedagang tersebut bisa segera menempati lods yang disediakan. Seperti, meminta PT MTIR memfasilitasi pemberian kredit kepada para pedagang dengan pihak bank.

“Kami di APPSM telah meminta agar MTIR ini memfasilitasi para pedagang dengan pihak bank untuk mendapatkan kredit, agar bisa membayar harga lods. Sehingga, semuanya bisa terakomodir,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya, Rahim Bustam, menegaskan, akan mempersilakan para pedagang Pasar Sentral yang tidak ingin direlokasi ke gedung New Makassar Mall, untuk segera membongkar lapak sementara yang selama ini mereka tempati.
Banyaknya pedagang yang menolak direlokasi ini dikarenakan masih merasa berat dengan harga sewa yang ditetapkan PT MTIR.

“Persoalan relokasi tidak ada masalah karena tempat sudah disiapkan. Kalau mengenai persoalan harga, itu ada pada wilayah MTIR,” katanya.

Bagi pedagang yang belum mendapatkan tempat di gedung baru tersebut, maka pihaknya akan menyiapkan tiga tempat untuk berjualan sementara. Sambil, menyelesaikan prosedur yang ada dengan pihak MTIR.

“Kita akan siapkan Pasar Terong, Pasar Kalimbu, dan Pasar Parang Tambung. Gratis selama tiga bulan sambil menunggu penyelesaian urusannya mereka dengan PT MTIR, supaya bisa mendapatkan tempat di New Makassar Mall,” bebernya. (***)


div>