RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Pedangang Asongan Demo Pelindo

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 13 Maret 2017 13:35
Pedangang Asongan Demo Pelindo

Suasana para pedagang yang datang melakukan aksi demo, di Kantor PT. Pelindo IV Persero Cabang Parepare, Senin (13/2). foto: luki amima/rakyatsulsel.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan pedagang asongan yang mencari nafkah di Pelabuhan Nusantara Kota Parepare mendatangi Kantor PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) Cabang Parepare, Senin (13/3). Para pedagang mengeluhkan terkait pembatasan yang dilakukan pihak Pelindo IV, terhadap akses bagi para pedagang, untuk berjualan di atas kapal saat bersandar.

Pihak Pelindo IV menerima aspirasi mereka yang diwakili tiga orang pedagang di antaranya Dewi, Hasnia, dan Nanni. Dalam diskusi di dalam ruang General Manager (GM) Pelindo, turut mendampingi para pedagang yakni Bachtiar Syarifuddin, dan mendapat pengawalan ketat oleh personil Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN).

Salah seorang pedagang, Dewi, mengatakan, pihaknya sudah 20 tahun lalu menjalani profsesi tersebut. Pada dasarnya, kata dia, para pedagang memang dilarang berjualan di atas kapal karena terhalang oleh regulasi. Namun, katanya, dengan kepemimpinan GM sebelumnya, para pedagang diberikan kebijakan dengan syarat dipimpin oleh seorang koordinator, dan para pedagang diwajibkan menggunakan seragam khusus, serta melakukan pembayaran pada koordinator yang ditetapkan.

“Pedagang yang resmi sekitar 70 sampai 80 orang. Karena, kami melihat banyak yang naik di atas kapal, jadi kami juga tentunya mau. Tapi sekarang, karena GM nya terganti, jadi aturannya juga terganti sehingga kami ditahan,” katanya.

Dewi menyesalkan, meski demikian, pihaknya melihat masih ada beberapa pedagang yang masuk dalam kapal lantaran memiliki sanak keluarga yang bekerja di pelabuhan. Sehingga, para pedagang yang lain juga menginginkan perlakukan yang sama.

“Kami semua berharap diberikan solusi. Karena, sumber penghasilan kami satu-satunya di pelabuhan. Apalagi, barang dagangan kami sangat sedikit, itupun jika laku. Selain itu, kalau pihak Pelindo ingin membatasi, ya sekalian semua dibatasi tanpa ada pengecualian,” jelasnya.

Sementara, Manager Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PT Pelindo IV, Inda, menjelaskan, permintaan dari para pedagang menjadi dilema bagi pihaknya. Pasalnya, pihaknya juga berupaya untuk menegakkan standar prosedur keamanan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang dituangkan dalam Pernyataan Pemenuhan Keamanan Fasilitas Pelabuhan.

[NEXT-RASUL]

“Lahan juga terbatas untuk mengakomodir semua pedagang asongan. Selain itu, banyak fasilitas kami yang dirusak. Jadi, para pedagang dibatasi lini satu, namun akan kami diskusikan dengan GM kami dan pihak Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP),” ungkapnya.

Sedangkan, Pelaksana Tugas Sementara (PTS) Manager Operasi PT. Pelindo IV, Abdurrahman, mengungkapkan, bukan kali ini para pedagang menyampaikan aspirasinya, dan pernah ditawarkan solusi. Hanya saja, kata dia, para pedagang menolak karena lebih suka menjual langsung di atas kapal.

“Alasan para pedagang katanya, jika menjual di atas kapal kurang saingan. Sehingga, banyak pembeli dan banyak pula keuntungan. Tapi, itu sangat merugikan bagi para pedagang yang menyewa los, dan melakukan pembayaran retribusi yang sah,” terangnya.

Abdurrahman mengemukakan, karcis masuk yang disediakan hanya untuk para penjemput dan pengantar bagi para penumpang. Sehingga, lanjutnya, tidak ada karcis untuk penjual. “Jadi, para pedagang yang beli karcis, bukan berarti masuk untuk menjual,” tandasnya. (***)

 


div>