JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Peduli Anak Yatim, Wagub Bentuk Satgas

Reporter:

Editor:

Iskanto

Selasa , 18 September 2018 16:36
Peduli Anak Yatim, Wagub Bentuk Satgas

ilustrasi (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menginstruksikan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk membentuk satgas yang akan mengurus makanan anak yatim.

Hal itu disampaikan Sudirman beberapa waktu lalu usai sarapan bersama 200 anak yatim dari berbagai panti asuhan, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur, Jalan Yusuf Deng Ngawing Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan, satgas bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan kelebihan makanan pada acara-acara pemerintah. Baik yang dilaksanakan di kantor ataupun di hotel. Kelebihan makanan dibungkus, kemudian didistribusikan, apakah menggunakan ojek online atau ada petugas yang mengantarkan.

“Saya tidak mau dengar, sisa makanan dibawa pulang oleh pegawai, tapi didistribusikan ke yang lebih membutuhkan, baik itu anak yatim atau fakir miskin,” ungkapnya.

Ia menegaskan, makanan yang diberikan tentunya bukan makanan basi. Tapi biasanya, penyelenggara memesan untuk 300 orang, tapi yang hadir hanya 200. Kelebihan itulah yang disalurkan kepada yang lebih membutuhkan.

“Kita biasakan berbagi. Itukan makanan sudah dibayar. Kalau pegawai kan sudah ada makanannya masing-masing di rumah, jadi tidak usah dibawa pulang,” tuturnya.

Iapun berpesan agar mereka yang menerima makanan yang didistribusikan tidak ragu. Andi Sudirman menceritakan, di zaman Rasulullah, bahkan Nabi Muhammad berbagi satu gelas minuman bersama sahabat-sahabatnya.

“Rasulullah saja kalau minum, satu gelas yang sama diputar lagi. Penyakit tidak akan pindah kalau Allah tidak menghendaki. Dalam satu rumah saja, kalau ada satu anak terkena penyakit menular, tidak akan terkena semua seisi rumah. Dalam hukum Islam, kita tidak dibolehkan masuk ke daerah yang ada penyakit menular. Tapi kalau sudah didalam, jangan keluar,” pesannya.

Kepada seluruh anak yatim yang hadir, ia juga mengingatkan agar tidak patah semangat, terus belajar dan berusaha. “Disini juga semua pejabat, tidak semua berasal dari keluarga kaya. Saya yakin anak-anakku ini akan berhasil, asal mau belajar dan berusaha, kemudian berdoa,” ucapnya.

Kepada pengurus panti, wagub menitipkan agar setiap panti membuat satu kerajinan tangan. Misalnya, tempat tissu. Hasil kerajinan tangan itu akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan sehingga bisa menjadi sumber pendapatan bagi panti asuhan.

Menindaklanjuti perintah Wagub tersebut, Kepala Biro Kesra Sulsel, Suherman mengatakan sampai saat ini pihaknya tengah menyusun Surat Edaran kepada seluruh OPD dan instansi terkait agar memanfaatkan kebaikan dengan menghubungi biro kesra apabila terdapat kelebihan makanan pada setiap pertemuannya.

“Kita akan membuat surat imbauan kepada seluruh OPD. Itu karena ada petunjuk dari pak Wagub bahwa setiap SKPD atau mungkin lembaga yang melakukan acara dan makanannya berlebihan dan jangan dibuang artinya biro kesra akan siap mengambil dan menjemput dibawakan ke panti asuhan,” ujar Herman, sapaan akrabnya.

Herman meyakini, setiap kegiatan ASN baik di kantor mau pun di hotel selalu ada kelebihan makanan yang disiapkan panitia, dan hal itu akan mubasir jika tak dibagikan.

“Biasanya nasi dos dan kue dia yang lebihnya masih ada itulah kami harap kepada kepala OPD bisa dibawah ke panti asuhan supaya mereka juga Merasakan,” ujarnya. (*)


div>