KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Pejabat Bandel, Biang Pendataan Randis Semrawut

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Jumat , 07 Desember 2018 08:43
Pejabat Bandel, Biang Pendataan Randis Semrawut

Kepala Bagian Umum, Setda Pangkep, Lukman Murtala

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Semrawutnya pendataan aset, khususnya Kendaraan Dinas (Randis) dilingkup pemkab Pangkep ditengarai karena ulah pejabat pengguna randis itu sendiri. Sikap arogan untuk menguasai randis khususnya roda empat, tanpa disadari menyulitkan sistem pendataan dan pengamanan aset daerah.

“Rata rata mereka kalau pindah jabatan ikut membawa randis yang digunakan, padahal sudah bukan haknya lagi, ini akan menyulitkan kita melakukan pendataan,” ujar Kepala Bagian umum setda Pangkep, Lukman Murtala, kamis (06/12).

Rw

Lukman sendiri berharapĀ ada kesadaran bagi para pejabat yang sudah beralih jabatan untuk mengembalikan aset tersebut. Khususnya yang tidak lagi bertugas di wilayah sekertariat daerah.

“Ada yang sebelumnya kepala Bagian disini, dan sekarang menjabat Kadis atau Camat, masih menggunakan randis sekertariat, padahal itu tidak dibolehkan,” tambah Lukman.

Hal itu juga yang memicu tingginya tunggakan pajak randis di Pangkep, lantaran Bagian umum hanya bertanggung jawab untuk randis di lingkup sekertariat daerah. Sementara diluar dari itu, sudah bukan tanggungan.

“Makanya dikembalikan, karena kami tidak akan anggarkan pembayaran pajaknya, karena randis di tingkat Camat dan Kepala Dinas, sudah bukan tanggung jawab kami,” tutupnya.

Bagian Umum Setda Pangkep sendiri untuk tahun 2019 mendatang, menganggarkan biaya pajak kendaraan dinas sebesar Rp.75 juta, termasuk didalamnya biaya pajak randis untuk Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten, dan Kepala Bagian. (*)


Tag
div>