KAMIS , 18 JANUARI 2018

Pejabat BPD Sulsel Cabang Bone Tersangka

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Minggu , 30 September 2012 11:48

MAKASSAR – Kepala Bagian Pemasaran Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar Cabang Bone, Firman Tamin ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel terkait kasus kredit fiktif proyek rehabilitasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenri Waru, Kabupaten Bone yang terjadi pada Maret 2011 lalu.

Firman ditetapkan sebagai tersangka lantaran dinilai lalai dalam menangani proyek tersebut. Pasalnya, yang bersangkutan tidak turun secara langsung melakukan peninjauan di lokasi proyek tersebut yang dinilai telah mengabaikan surat keputusan direksi Bank Sulsel, tentang perkreditan.

Awalnya, kontrak proyek serta surat perintah kerja fiktif telah dibuat. Namun, Berkas tersebut kemudian diproses tanpa diteliti terlebih dahulu oleh tersangka. Saat disesuaikan dengan SOP dan referensi kebijakan kredit tidak ditemukan adanya timnya yang melakukan survei ke lokasi proyek sebagaimana tertuang dalam kontrak kerja.

Informasi yang dihimpun, sebelumnya, Firman Tamin menggelar pertemuan dengan tujuh orang yang terlibat dalam kasus proyek kredit fiktif tersebut di RM Selera Nelayan dan membahas tentang proyek rehabilitasi RSUD Tenriwaru Bone tersebut.

Dari hasil pertemuan tesebut, dua oknum legislator Kabupaten Bone ke Jakarta untuk mengurus proyek tersebut di Kementerian Kesehatan. Setelah itu, pihak rumah sakit membuat kontrak kerja antara rumah sakit dan tiga debitur, masing PT Bharawa Sakti,  PT Mega Buana Fumanisa dan PT Pacifik Internusa.

Setelah berkas permohonan kredit fiktif tersebut lengkap, kemudian diserakan ke Firman,  melalui Staf Pemasaran BPD Sulsel, Amrisal. Namun, Firman tidak melakukan peninjauan ke lokasi proyek dan langsung mencairkan dana pada berkas tersebut. Seluruh permohonan kredit dicairkan tanpa dilakukan verifikasi di lapangan.

Kegiatan yang terdapat dalam berkas kredit fiktif tesebut juga tidak temukan adanya. Namun, seksi keuangan BPD Sulsel Cabang Bone, menerbitkan rekening giro dan seluruh  dana dimasukkan ke dalam rekening H Page di Bank Permata Cabang Immanuel Jakarta nomor 4103326074 sebanyak Rp 2 milyar.

“Tidak tertutup kemungkinan tersangka akan bertambah. Kita lihat saja nanti hasil penyelidikannya, Perbuatan pelaku dijerat pasal Pasal 49 ayat 1 dan 2 hurup B, undang-undang nomor 7 tahun 1992, yang telah diubah menjadi undang-undang nomor 10 tahun 1998,” ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Chevy A Sopari saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/9) siang kemarin. (RS8/her/C)


Tag
div>