KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Pejabat Kemensos Lirik Jabatan Sekprov Sulsel

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Kamis , 06 Desember 2018 09:00
Pejabat Kemensos Lirik Jabatan Sekprov Sulsel

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jelang berakhirnya pendaftaran lelang jabatan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel 10 Desember mendatang, hingga kini baru dua pendaftar yang masuk di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel.

Mereka adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Selayar, Marjani Sultan, dan Direktur Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI, Abdul Hayat Gani.

Sementara Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sulsel hingga kini belum berminat menjabat sebagai Sekprov Sulsel. Padahal diketahui, pejabat eselon II di Pemprov banyak yang memenuhi syarat untuk menempati jabatan tersebut.

Penjabat (Pj) Sekprov Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo membenarkan jika baru dua orang yang mendaftar.

Sementara persyaratan agar proses lelang jabatan ini terlaksana, minimal tiga calon yang mendaftarkan diri. Jika hingga batas akhir pendaftaran, jumlahnya tidak mencukupi, kemungkinan pansel akan memperpanjang batas pendaftaran.

Terkait kesiapannya untuk ikut lelang Sekprov, Ashari enggan berkomentar banyak. Dia menegaskan, dirinya hanya mengikuti arahan dari pimpinan. “Kalau saya diinstruksikan maju, saya akan maju. Kalau tidak, saya tidak akan maju,” kata Ashari, Rabu (5/12).

Terpisah, Abdul Hayat Gani saat dikonfirmasi mengatakan, jika dirinya mendaftat atas dasar dorongan ingin membangun Sulsel dengan program strategis gubernur, bukan karena atas panggilan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

“Yang jelas bukan dipanggil pak Nurdin, tidak hubungan signifikan untuk itu, cuma memang kan pernah saya baca di media, pernah dimuat itu masalah pendaftaran, dan kemudian untuk jabatan strategis sepeti jabatan sekda saya lihat bahwa mari kita membangun Indonesia melalui Sulsel,” paparnya.

Motivasi dirinya ingin menjadi sekprov lantaran pengalamannya menjadi penjabat sekprov di beberapa provinsi di Indonesia.

“Jadi karena Sulsel harus terdepan sehingga saya berkepentingan untuk membangun Sulsel. Apalagi dengan berbagai daerah yang saya datangi provinsi saya mengambil simpul-simpul yang positif, dan itu yang akan kita bawa di Provinsi Sulsel, untuk memperkaya itu. Supaya cepat akselerasinya,” paparnya.

Ia optimis dapat menang di seleksi lelang jabatan sekprov ini, lantaran melihat latar belakang pengalamannya yang sudah mumpuni.

Selain itu, kata dia, sepanjang seleksinya itu objektif, maka dirinya optimistis dapat terpilih. “Karena saya sudah dua kali ikut biding di dirjen, ini selalu saya masuk final, cuma belum berpihak ke saya. Waktu jamannya Idrus Marham juga saya masuk final, 3 besar juga, cuma memang waktu itu Idrus mengambil orang Sunda,” ujar putra kelahiran Kabupaten Barru ini.

“Saya sudah menjabat di pulau Sumatera, pulau Jawa pulau Sulawesi, saya tiga tahun jadi kepala balai besar Diklat di Unhas, nah terakhir di direktur ini,” lanjutnya.

Untuk proses lelang sekprov ini, pengamat pemeribtahan, Prof Amir Amiraruddin, mengatakan, Pemprov harus berpegang dengan aturan yang berlaku, dengan ketentuan syarat yang harus dipenuhi.

“Sudah ada syarat yang harus dipenuhi. Semua syarat harus dipenuhi dong, kalau ada yang tidak dipenuhi saja satu poin jelas harus gugur,” ulasnya.

Sejauh ini dirinya mengamati sikap kepala OPD di Sulsel tidak percaya diri. Buktinya menjelang penutupan pendaftaran belum ada kepala dinas yang mendaftar. Padahal beberapa dari mereka sudah memenuhi syarat, harusnya mendaftar.

“Nah, isu seperti adami orangnya pak Gub, adami orangnya ini jadi isu yang membuat mereka tidak mendaftar. Itu bisa membuat pesaingnya lebih sedikit, karena mereka tidak pede,” paparnya. (aln)


div>