RABU , 20 JUNI 2018

Pekan Depan Pemkot Bagikan “THR” Untuk Guru Mengaji

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 31 Mei 2018 13:00
Pekan Depan Pemkot Bagikan “THR” Untuk Guru Mengaji

kantor balaikota (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pekan depan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bakal memberikan “THR” bagi guru mengaji, Imam Rawatib dan Pemandi Jenazah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Aswis Badwi mengatakan bahwa pembagian insentif untuk guru mengaji biasanya dibagikan sepekan sebelum lebaran.

Hanya saja, tahun ini libur lebaran dipercepat sehingga pembagian instensif tersebut diperkirakan paling lambat pekan depan.

“Makanya kita akan kebut itu karena tahun ini libur pegawai di percepat. Dari bulan lalu kita minta untuk mereka melengkapi berkasnya. Insya Allah pekan depan (dibagi),” kata Aswis, Rabu (30/5)

Besaran instensif yang diterima yaitu Rp1 juta di potong pajak 5 persen. Anggarannya dari APBD 2018 sebesar Rp5 miliar yang diperuntukkan untuk guru mengaji, imam rawatib, dan pemandi jenazah.

Menurut dia, angka tersebut tidak sebanding dengan jumlah guru mengaji yang ada di Makassar. Namun, itu adalah bentuk perhatian pemerintah kepada para guru mengaji.

“Angka ini sedikit sekali, tidak sebanding dengan banyaknya guru mengaji yang ada di Makassar. Tahun ini ada sekitar 2500 guru mengaji itu mereka kita kasih Rp1 juta di potong pajak 5 persen, Sama halnya imam rawatib itu Rp1 juta, tapi yang agak besar itu pemandi jenazah sekitar Rp1,6 juta. Itu dibayarkan sekali setahun,” beber Aswis

Dia melanjutkan, tahun lalu pembagian insentif berlangsung di lapangan karebosi secara simbolis. Namun, untuk tahun ini dia belum mengetahui bagaimana alur distribusi ke penerima.

“Tahun lalu, di Karebosi kita berikan secara simbolis. Setelah itu, kita bagimi sampai sore dan diterima langsung tanda tangan dan terima amplopnya. Nanti kalau tidak datang bisa langsung berhubungan dengan kesra. Tapi, tahun ini saya belum tahu bagaimana kedepannya. Minggu ini kita lihat apakah langsung ke orangnya atau langsung ke bank,” ungkap Aswis

Kendati demikian, sebelum dibagikan para penerima terlebih dulu harus melengkapi berkas yang menjadi persyaratan. Seperti, Foto Copy KTP, SK dari pengurus masjid dan kelurahan, serta rekening Bank Sulselbar.

Sehingga dia mendesak para penerima untuk segera melengkapi berkasnya tersebut agar pembagian insentif bisa segera dilakukan sebelum libur lebaran.

“Dari bulan lalu kita minta mereka lengkapi berkasnya. Jadi, harus dilengkapi, kalau tidak kita geser dulu kita cari yang lain karena data itu harus segera masuk ke keuangan. Karena kita berpacu pada waktu ini, apalagi liburnya di percepat,” kata Aswis

Sementara itu, Agung salah satu guru mengaji di TPA Masjid Al Ikhlas Cendrawasih mengatakan sering mengajukan nama ke pemerintah kota untuk insentif guru mengaji. Hanya saja, nama yang diajukan ke pemerintah kota untuk mewakili teman-teman di TPA, sehingga tidak dinikmati secara personal.

“Kita mengajukan ke pemerintah, kadang dapat kadang tidak. Biasa kita dapat Rp1 juta per orang, tapi kadang tidak full jadi hanya Rp900 ribu lebih yang kita dapat. Kita kasih masuk tiga nama, tapi kita bagi-bagi ke teman-teman karena kita ajukan nama untuk TPA bukan untuk pribadi,” ungkap Agung. (*)


div>