SELASA , 11 DESEMBER 2018

Pekan Depan, Pemkot Relokasi Pasar Sentral Makassar

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 23 Juli 2018 12:30
Pekan Depan, Pemkot Relokasi Pasar Sentral Makassar

Pasar Sentral (Dok/RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kekisruhan relokasi Pasar Sentral Makassar dipastikan akan segera berakhir. Tim terpadu relokasi bahkan menjadwalkan Sabtu pekan ini sudah mulai melakukan eksekusi. Hal itu mengingat target pengoperasian Pasar Sentral Makassar di kawasan eks Ruko Blok B pada 17 Agustus mendatang.

Direktur Umum (Dirut) PD Pasar Makassar Raya, Nuryanto G Liwang, mengaku, telah merampungkan persiapan relokasi pedagang, hanya tinggal melakukan koordinasi dengan pihak keamanan sebagai langkah antipasi jika sewaktu-waktu terjadi bentrokan.

“Administrasi sudah lengkap, jadi Insya Allah tanggal 28 Juli itu kita sudah bergerak, dan sudah ada pemindahan (relokasi). Hari Senin (hari ini) kita juga akan berkoordinasi dengan pihak pengamanan,” kata Nuryanto, Minggu (22/7) kemarin.

Nuryanto mengatakan, yang menjadi prioritasnya adalah pedagang yang berjualan di Jl KH Wahid Hasyim. Alasannya, pedagang di Jl KH Ramli yang jumlahnya berkisar 400 lebih pedagang masih harus menunggu pembangunan lanjutan lapak sementara di eks Ruko Blok B.

Berdasarkan data yang ada, lapak semi permanen yang berdiri di atas lahan eks Ruko Blok B berjumlah 180 lapak, sementara pedagang yang terdaftar dalam SK Walikota berjumlah 871 Pedagang Kaki Lima (PKL).

Sehingga, pihaknya berharap para pedagang segera menemukan pengembang yang nantinya akan melanjutkan sisa pembangunan lapak di kawasan tersebut.

Selain relokasi pedagang, pekan ini pembongkaran trowongan dan pembersihkan sisa puing kebakaran yang terjadi beberapa tahun lalu juga sudah mulai dilakukan.

“Kita prioritaskan pedagang di Jl Wahid Hasyim, karena pedagang di Jl KH Ramli masih harus menunggu pembangunan lanjutan. Pengalaman yang lalu, mereka (pedagang) cari pengembang siapa yang akan bangunkan mereka, jadi kita tunggu keputusan itu dari pedagang. Kita berharap 28 Juli nanti, bersamaan dengan pengerjaan trowongan sudah ada gambaran siapa yang akan membangun di situ (eks Ruko Blok B),” jelasnya.

Nuryanto berharap baik pedagang resmi maupun kaki lima yang ada di Jl KH Wahid Hasyim sudah siap untuk direlokasi pekan ini. Apalagi, mereka sudah memiliki tempat di New Makassar Mall (NMM) dan eks Ruko Blok B.

“Kita berharap PKL sama pedagang resmi sudah bisa direlokasi, kan resmi sudah punya tempat di NMM. Tapi kalau PKL yang ada di Jl Wahid Hasyim, Insya Allah masih cukup ditempat penampungan yang ada sekarang,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah melakukan identifikasi pedagang, khususnya pedagang yang bersyarat untuk bisa masuk di eks Ruko Blok B. Pasalnya, lapak yang berdiri di lokasi itu, diperuntukkan kepada para PKL. Verifikasi ini tentunya bertujuan untuk mengantisipasi adanya pedagang baru yang menempati lapak di kawasan tersebut.

“Kami akan mengembalikan kepada SK PKL awal yang terbit di tahun 2004. Kalau saya tidak salah namanya SK 871, karena itu sesuai dengan jumlahnya mereka pada saat itu. Jadi yang berhak di eks Ruko Blok B adalah pedagang yang namanya ada di SK itu dan secara fisik mereka masih menjual,” tegasnya.

Ia juga berharap agar relokasi ini bisa dilakukan pedagang atas dasar kesadaran sendiri, agar tidak lagi ditemukan kendala yang bisa menghambat rencana pembangunan jalan yang telah dianggarkan pemerintah.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muh Anshar, berharap agar relokasi pedagang Pasar Sentral bisa secepatnya dilakukan. Pasalnya, PU telah mengalokasikan anggaran melalui APBD II untuk pembangunan jalan di kawasan pasar sentral, khususnya Jl KH Ramli dan Jl Wahid Hasyim.

“Inikan kita sudah anggarkan, dan bulan ini Insya Allah sudah bisa dilelang untuk pembangunannya,” jelas Nuryanto.

Sebelumnya, Sekkot Makassar, Naisya T Azikin, mengatakan, pasca dilantik diminta untuk fokus merampungkan program pemerintah yang tertunda. Khususnya, persoalan Pasar Sentral yang ditargetkan sudah bisa beroprasi pada 17 Agustus mendatang, bersamaan dengan dua program lainnya, yaitu PKL Kanre Rong Karebosi dan PTSP Bintang Lima. (*)


div>