MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Pekan Depan, PKL Bakal Tempati Ruko Blok B

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 19 Juli 2018 09:50
Pekan Depan, PKL Bakal Tempati Ruko Blok B

Pasar Sentral (Dok/RakyatSulsel)

– PD Pasar Gratiskan Pedagang Resmi Masuk NMM

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus menggenjot relokasi pedagang yang ada di Pasar Sentral Makassar, baik Pedagang Kaki Lima (PKL) maupun pedagang resmi. Khusus PKL, pekan depan Pemkot Makassar akan merelokasi mereka ke Ruko Blok B New Makassar Mal Makassar.

Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pasar Makassar Raya Kota Makassar, Nuryanto Dg Liwang, mengatakan, relokasi PKL ke Ruko Blok B tersebut bertujuan untuk proyek pembangunan jalan di sekitar yaitu jalan KH Wahid Hasyim dan jalan KH Ramli.

Perkembangan ini akan dilaporkan pada rapat koordinasi ulang dengan tim terpadu karena adanya pergantian Penjabat (Pj) Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar yang baru.

“Minggu depan, adami tahapan awal, sudah ada pedagang yang masuk (ke Ruko Blok B),” jelas Nuryanto, Rabu (18/7).
Nuryanto mengatakan, pertemuan pada rapat koordinasi dengan tim terpadu, Jumat (20/7) mendatang, yaitu membahas terkait identifikasi pedagang kaki lima yang telah terdaftar sehingga menghindari PKL baru dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, strategi relokasi PKL ke Ruko Blok B karena hal tersebut sesuai kebutuhan untuk perbaikan jalan. Tim akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengetahui jalan mana yang menjadi skala prioritas perbaikan.

“Yang pasti peruntukkannya Ruko Blok B untuk PKL di kawasan Pasar Sentral. Kita sementara komunikasi dengan asosiasi utamanya PKL luar agar tidak terjadi bentrokan,” katanya.
“Kita harap semua PKL punya kesadaran sendiri untuk pindah agar kita bisa melihat Pasar Sentral ini, bersih dan indah,” tambahnya.
Nuryanto berharap relokasi pedagang baik di Ruko Blok B dan pedagang resmi ke New Makassar Mal (NMM) tidak terjadi kendala ataupun masalah-masalah besar dikemudian hari.
“Makanya, kita verifikasi, kita kembalikan ke Surat Keterangan (SK) awal yang terbit tahun 2004 atau SK 871, karena itu sesuai jumlahnya (PKL) pada saat itu,” katanya.

Sementara, untuk pedagang resmi ke New Makassar Mal yang belum masuk, Pemkot Makassar akan berkoordinasi dengan pihak PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) untuk menggratiskan para pedagang resmi yang telah terdaftar masuk ke NMM.

Tujuannya, agar Dinas PU Makassar segera memperbaiki jalanan di tempat para pedagang resmi membuka lapak di sekitar Pasar Sentral. Selain itu, permasalahan lain akan dibahas sejalan dengan masuknya pedagang resmi ke NMM.

“Soal harga, Jadi tidak apa-apa kita minta ke MTIR untuk digratiskan dulu (pedagang resmi) sampai proses harga itu bisa terselesaikan,” ujarnya.

Terpisah, Pj Sekkot Makassar, Naisyah T Azikin, mengaku, siap menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penjabat Sekkot Makassar, khusunya perihal program pemerintah yang menjadi prioritas, seperti, pemanfaatan PKL Center Karebosi, Pasar Sentral, dan PTSP Bintang Lima.

“Ini (tiga program prioritas) harus dilakukan percepatan. Kan sudah ada konsep (Pasar Sentral), sebenarnya sudah berjalan sudah ada relokasi beberapa tahap, hanya tinggal penyelesaian saja. Harapannya Pak Wali (Wali Kota) ini bisa berjalan sebelum 17 Agustus, Insya Allah melalui tim terpadu mudah-mudahan bisa segera direalisasikan,” jelasnya.

Naisyah menyebutkan, dibutuhkan kerjasama yang baik dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar program pemerintah itu bisa berjalan maksimal. Terlebih, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Makassar akan berakhir sembilan bulan lagi, sehingga kita memang perlu tancap gas agar semua program pemerintah bisa terpenuhi. (*)


div>