SELASA , 22 MEI 2018

Pelaksanaan Tes SBMPTN di Makassar, Delapan Penyandang Disabilitas Bersaing Diantara 51.800 Peserta

Reporter:

Hasrianty Dj

Editor:

asharabdullah

Selasa , 08 Mei 2018 12:55
Pelaksanaan Tes SBMPTN di Makassar, Delapan Penyandang Disabilitas Bersaing Diantara 51.800 Peserta

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hari ini, Selasa, 8 Mei 2018, 51.800 peserta akan bersaing untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Delapan diantaranya adalah penyandang disabilitas.

Jadwal pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2018 di Kota Makassar, telah dijadwalkan oleh Panitia Lokal (Panlok), Selasa (8/5).

Ketua Panlok 82 SBMPTN, Prof Muhammad Jufri, mengungkapkan, merujuk pada hasil rapat yang digelar panlok bersama pimpinan universitas negeri di Kota Makassar serta Sulbar, pelaksanaan tes SBMPTN akan digelar mulai pukul 7.30 WITA, di kampus yang menjadi pilihan Calon Mahasiswa Baru (Camaba).

“Ini lanjutan rapat 30 April lalu. Panlok 82 dihadiri rektor kampus negeri. Persiapan tes SBMPTN kita laksanakan di kampus masing-masing tanggal 8 Mei,” ujarnya.

Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) ini menjelaskan, tes SBMPTN 2018 diikuti oleh 51.800 peserta yang telah mendaftar sesuai pilihan jurusan di tiga kampus. Yaitu Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Sulawesi Barat (Majene).

“Tes SBMPTN 2018 diikuti 51.800 peserta. Pendaftaran di Unhas sebanyak 28.460 peserta, UNM pendaftar yakni sebanyak 19.790 peserta. Dan Sektor Majene 2.450 peserta,” urainya.

Dari jumlah pendaftar SBMPTN sebanyak 51.800 peserta, terdapat delapan orang dari kalangan berkebutuhan khusus atau difabel (disabilitas). Sehingga, pihak panitia telah menyiapkan ruangan khusus serta alat bantu, dilengkapi kepanitiaan untuk mengawasi.

“Kami perlu sampaikan juga, dari total pendaftar yang ikut tes, terdapat rekan-rekan kita yang berkebutuhan khusus (difabel). Kami panitia sudah siapkan ruangan khusus dan alat bantu, serta panitia untuk pengawasan,” terangnya.

Menurut Dekan Psikologi UNM itu, peminat SBMPTN tahun 2018 meningkat ketimbang tahun 2017 yang hanya mencapai 47 ribu lebih. Oleh sebab itu, Panlok telah melakukan persiapan. Baik dari segi ruangan maupun panitia pengawas selama tes berlangsung.

“Jumlah peminat tahun ini meningkat ketimbang tahun lalu. Kami dari panitia juga telah menyiapkan segala hal. Misalnya, ruangan sebanyak 2.542. Jumlah pengawas sebanyak 5.084 orang,” bebernya.

Dia menambahkan, salah satu hak yang akan menjadi perhatian khusus adalah jasa joki. Lanjut dia, Rektor UNM (Prof Husain Syam MTp), juga berkali-kali menegaskan terkait joki untuk mendapat perhatian agar dicegah dan deteksi dini.

“Pak Rektor UNM juga telah menyampaikan terkait pengawasan hal ini. Jika ketahuan, mahasiswanya akan disanksi mulai skorsing hingga dikeluarkan (DO),” tegasnya.

Sementara, Sekretsris Panlok 82 yang juga Humas Unhas Makaassar, Ishaq Rahman, menyebutkan, pihak Unhas juga akan memberikan sanksi tegas bila kedapatan ada yang menjalankan praktek perjokian. Pengawas yang terbukti membukakan jalan bagi joki akan dikenai sanksi tindak pidana umum hingga tindak pidana korupsi.

“Aspek hukum melalui LBH kami saat sosialisasi kepada 5.084 orang pengawas. Kami menekankan apa saja konsekuensi hukum jika pengawas terlibat perjokian. Banyak pasal-pasal yang kena,” tegasnya. (*)


Tag
div>