SENIN , 10 DESEMBER 2018

Pelaku Mengaku Aniaya Alm. Zakaruddin Karena Sakit Hati.

Reporter:

Ramlan Makkaratang

Editor:

asharabdullah

Rabu , 01 Agustus 2018 21:30
Pelaku Mengaku Aniaya Alm. Zakaruddin Karena Sakit Hati.

Abd. Nasir Umar alias Dado (58) pelaku penganiayaan terhadap mantan kepala sekolah SMA 1 Makassar. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Abd. Nasir Umar alias Dado (58) pelaku penganiayaan terhadap mantan kepala sekolah SMA 1 Makassar, Zakaruddin (57) tak berkutik saat diringkus anggota gabungan Resmob Polsek Panakkukang dan Resmob Polda Sulsel.

Meski hendak berupaya melarikan diri, pensiunan PNS Pelabuhan ini tak berdaya usai mendengar letusan tembakan peringatan Polisi.

Anggota gabungan Resmob Polsek Panakkukang dan Resmob Polda Sulsel meringkus pelaku penganiaayaan yang meregang nyawa korban, Rabu (1/8/2018). (ist)

Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap mengungkapkan, setelah pelaku berhasil diamankan di Dusun Pendukuan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Sulbar, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

“Pelaku telah mengakui melakukan penganiayaan terhadap Korban Zakarudin dengan cara memukul wajah berulang kali dan melemparkan batu terhadap korban serta menyiku korban hingga terjatuh,”ungkapnya, Rabu (1/8).

Kompol Ananda menambahkan, selain menganiaya Zakaruddin, pelaku juga memukul kepala dan kaki korban dengan mengunakan besi.

“Ia juga menganiaya Anak dari Zakaruddin yaitu, Ilham dan Rezki. Di mana Ilham mengalami pukulan dengan benda serupa sehingga pada bagian hidung terluka, semetara Rezki juga mengalami hal demikian sehingga tpada bagiang lengan juga terluka,” terangnya.

“Dari hasil interogasi pelaku motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban yaitu pelaku sakit hati terhadap korban krn di duga istri pelaku berselingkuh dengan korban selama 3 tahun belakangan ini,” tambahnya.

Kompol Ananda menceritakan, pelaku menganiayaa korban lantaran dipicu rasa sakit hati. Pelaku menduga jika korban menjalin hubungan gelap terhadap istri pelaku selama 3 tahun lamanya.

“Dari hasil interogasi, motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban karena pelaku sakit hati terhadap korban. Di mana belakangan ini pelaku di duga berselingkuh dengan korban selama 3 tahun terkahir ini,” kata Ananda.

Selain itu, lanjut Kompol Ananda, pelaku juga mengaku hubungan bersama istrinya tidak harmonis lagi selama tiga bulan terakhir ini. Dalam rumah tangganya bersama istrinya yaitu Saripa, kerap terjadi perselisihan. istri pelaku kemudian akhirnya kabur melarikan diri.

“Pelaku menduga korban menyembunyikan keberadaan istrin pelaku dan apalagi pelaku terkadang pernah mendapati korban bersama Istri pelaku saat hubungan rumah tangga pelaku dan istrinya sedang tidak harmonis,” tandas Ananda.

Saat ini pelaku bersama barang bukti yang di gunakan, telah di amankan di Polsek Panakukkang untuk proses lebih lanjut.

Diketahui, pelaku diringkus di tempat persembunyiannya di Wonomulyo, Sulbar sejak menganiaya korban, Sabtu (28/7) lalu. Usai menganiaya korban, pelaku kemudian melarikan diri.

Korban yang merupakan mantan Kepala Sekolah SMA 1 Makassar yang juga masih aktif sebagai guru olahraga SMA 13 itu dinyatakan meninggal dunia di IGD RS. Wahidin Sudirohusodo Selasa (31/7) kemarin, setelah sempat dirawat medis selama 3 hari. (*)


div>