KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Pelaku Money Politic Jadi DPO Panwaslu Bantaeng

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Minggu , 08 Juli 2018 21:20
Pelaku Money Politic Jadi DPO Panwaslu Bantaeng

Ketua Panwaslu Bantaeng, Muhammad Saleh

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Berdasarkan hasil penyidikan sentra Gakumdu Panwaslu Kabupaten Bantaeng, menetapkan salah seorang tersangka dugaan money politic yang dilakukan di Desa Pa’jukukang, Kecamatan Pa’jukukang, Bantaeng beberapa waktu lalu kini telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pria berinisial MR itu juga menjadi DPO Sentra Gakkumdu Panwaslu Bantaeng karena telah beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik.

Ketua Panwaslu Bantaeng, Muhammad Saleh mengatakan, bahkan rumahnya yang terletak di Birea, Desa Nipa-nipa, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng hingga kini terus tertutup.

“Tersangka pelaku money politic di Pa’jukukang kini telah jadi DPO Sentra Gakkumdu Panwas Bantaeng. Dia sudah dipanggil beberapa kali tapi tidak pernah hadir,” jelasnya, Minggu (8/7).

Muhammad Saleh dengan tegas menyatakan tak ada ampun bagi penjahat demokrasi yang terbukti melakukan kejahatan secara hukum.

Dia bahkan akan mengusut tuntas siapapun yang dengan sengaja menyembunyikan atau memberi ruang tersangka melarikan diri.

“Saya sudah dapatkan semua info terkait tersangka, bahkan foto-fotonya. Termasuk jika ada pihak yang sengaja menyuruhnya lari dan sembunyi, juga akan saya usut sampai ke akarnya,” tambahnya.

Menurut Panwaslu, dengan perbuatan money politik itu, pelaku terancaman pidana penjara paling singkat 36 bulan dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling lama 72 bulan dan denda Rp 1 miliar sesuai pasal 73 ayat (4) UU No 10 Tahun 2016. (*)


div>