MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Pelaku Spesialis Sadel Motor Asal Makassar, Diciduk Polisi

Reporter:

Editor:

dedi

Jumat , 24 Maret 2017 19:38
Pelaku Spesialis Sadel Motor Asal Makassar, Diciduk Polisi

DPO pencurian uang 50 juta dalam sadel motor di Pangkep, Madjid alias kucculu. Madjid diamankan polisi saat sedang makan coto, di jalan pongtiku, Makassar.

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Jajaran kepolisian dari satuan Reserse dan kriminal polres Pangkep, kembali mengamankan seorang DPO pencuri uang spesialis dalam sadel motor, Majid bin dullah alias kucculu (37) warga jalan Mannuriki Makassar.

Pelaku diamankan saat makan coto di jalan pongtiku makassar, bahkan polisi terpaksa menghadiahi pelaku dengan timah panas di kaki kananya, karena mencoba kabur saat telah diamankan petugas.

Majid diketahui merupakan anggota kelompok jaringan spesialis pencuri barang berharga dibawah sadel motor, bersam tiga orang anggota kelompok jaringan lainnya yaitu Iwan (42), Ali (27) dan Maskur (24) yang terlebih dulu diamanankan oleh timsus Polda Sulses Kamis (16/03) lalu.

Bahkan salah seorang diantaranya, yaknk Ali (27) tewas akibat mencoba melawan saat gendak diamankan polisi.

Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Rudi Suprimin, menjelaskan bahwa saat penggerebekan, pihaknya mendapat backup oleh Timsus reskrim Polrestabes Makassar.

“Mereka ini orang orang nekat, jadi apa saja bisa dilakukan, jadi dengan bantuan tim khusus dari polrestabes makassar, maka pelaku kriminal seperti ini, akan mudah diatasi,” jelas Rudi.

[NEXT-RASUL]

Sebelumnya, Rudi menuturkan, bahwa pelaku sudah melakukan pencurian uang sebesar Rp 50 Juta rupiah beberapa waktu lalu, di Kabupaten Pangkep, dimana uang tersebut disimpan oleh korban dibawah sadel motornya.

“Madjid disini bertugas sebagai hunter, yang mengikuti korban saat keluar dari Bank. Lalu, saat korban singgah di salah satu toko emas Jalan Kemakmuran Pangkep, disitulah pelaku yang lainya beraksi. Jadi peranya dia hanya membuntuti korban,” lanjutnya.

pelaku sendiri mengaku menggunakan hasil curian untuk mabuk, judi dan membeli narkoba, diluar jatah sebesar Rp. 6,2 juta yang diterimanya.

“Saya baru sekali pak beraksi di Kabupaten Pangkep ini. Itupun karena terpaksa ji, saya diajak teman dan dipaksa harus ikut,” ujar Majid.

Saat ini pihak Polres Pangkep pun masih terus melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap satu pelaku lainya berinisial CA yang saat ini masih buron.

 


div>