KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Pelaku Sudah Ditangkap, Kapolres Lutim Tatap Muka dengan Warga

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

dedi

Senin , 12 Desember 2016 17:28
Pelaku Sudah Ditangkap, Kapolres Lutim Tatap Muka dengan Warga

int

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Hasil tatap muka antara Kapolres Lutim dengan warga adalah meminta penegak hukum menghukum seberat-beratnya kepada pelaku utama. Hal ini dikatakan Kasirun warga Desa Muliasri yang juga Paman korban.

Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. “Kami minta pelakunya di hukum seberat – beratnya ” Ujarnya

Dia juga mengapresiasi kinerja Polres yang dalam waktu singkat sudah berhasil menangkap semua terduga pelaku penganiayaan berat. “Kami juga menyampaikan akan mengawasi proses hukum ini sampai tuntas,”  kata Kasirun.

Selanjutnya, ia juga meminta polisi tetap meningkatkan patroli keamanan untuk menjaga situasi dan kondisi agar tetap aman. Bahkan, mengusulkan agar di Tomoni dibangun secepatnya Pos Polisi.

Semenjak lapangan Sepak Bola Tomoni di tata, kata Kasirun, tempat tersebut menjadi pusat perkumpulan anak muda di Tomoni. Setiap malam tempat tersebut dipenuhi anak muda. Adapula yang menjadikannya sebagai tempat pesta minuman keras. Hasilnya timbul gesekan antar pemuda dilapangan tesebut.

“Hanya Petugas keamanan saja yang bisa menertibkan anak – anak muda  karena mereka cuma takut dengan polisi saja,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres berjanji akan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku sampai ke pengadilan.

Tak hanya itu, Kapolres juga berjanji akan meningkatkan patroli keamanan, agar situasi tetap kondusif. Dengan menurukan seribu personil yang kita siagakan. Jika masyarakatnya tidak sadar hukum sama saja hasilnya nihil.
[NEXT-RASUL]
“Lebih bagus itu warga bisa menjadi Polisi bagi dirinya sendiri,” ujar AKBP Parajohan Simanjuntak

Kapolres menyatakan Tomoni salah satu wilayah yang tinggi tingkat kerawanan sosialnya. Daerah tersebut adalah penyakit masyarakat  sangat tinggi. “Narkobanya tinggi, Mirasnya juga. Hal ini jika tidak segera di brantas maka akan menjadi pemicu kerawanan sosial di Tomoni,” pungkasnya

Kapolres mengharapkan warga mengakhiri konflik agar proses pembangunan tidak tehambat.  Karena Tomoni adalah salah satu wilayah yang tinggi pemutaran ekonominya.

Pertemuan ini di hadiri juga Camat Tomoni,Sri Mulyani, yang saat ini terus mengingatkan warga agar tidak terpancing untuk melakukan tindakan anarkis. (Baim )


div>