SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Pelanggan PDAM yang Bandel Bakal Ditagih Langsung Kejaksaan

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 01 September 2015 17:00

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Maros yang terus membandel dalam pembayaran tagihan air yang tertunda, bakal ditagih langsung oleh kejaksaan. Pasalnya, tunggakan oleh pelanggan bandet tersebut telah menjadi laporan negatif bagi PDAM kepada Pemkab Maros karena dianggap gagal tertagih.

Direktur PDAM Maros, Abdul Baddar menjelaskan, pihaknya menyiapkan langkah hukum untuk mempermudah penagihan tunggakan tersebut. Karena itu, kata dia, PDAM akan berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk memastikan pelanggan lebih disiplin membayar tagihan yang tertunggak. Untuk keperluan tersebut, pihak PDAM Maros menyiapkan Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kejaksaan agar berwenang menagih tunggakan pembayaran air dari pelanggan.

Hingga saat ini, jumlah tunggakan pembayaran PDAM Maros dari pelanggannya terbilang fantastis. Dari sekitar 700 pelanggan yang menunggak pembayaran, mencapai nilai total mencapai Rp 1 miliar selama tiga tahun.

“Ini tidak bisa dibiarkan sebab jumlahnya besar. Kalau tidak ditagih, akan mengendap begitu saja. Jika masih bandel, maka Kejaksaan yang akan menjalankan proses hukumnya,” bebernya.

Dari 700 pelanggan yang membandel tersebut, rata-rata berasal dari pelanggan perseorangan. Abdul Baddar menyebutkan bahwa hingga saat ini, belum ada perusahaan atau industri yang menunjukkan itikad buruk dengan tidak melunasi tagihan rutinnya.

Sementara itu, Ilham, salah seorang warga yang menunggak pembayaran rekening PDAM, mengaku siap melunasi tunggakannya. Jumlahnya mencapai Rp 2 jutaan. Dirinya berkilah tidak membayar tagihan PDAM tepat waktu lantaran saat itu bertugas keluar kota. “Tetapi jangan cuma menagihnya saja yang rajin, sementara air masih biasa ngadat,” ujar Ilham. Warga Maros Baru itu berharap PDAM juga dapat meningkatkan pelayanan distribusi air kepada masyarakat dengan lebih baik.


div>