SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Pelanggaran Lalu Lintas Diklaim Turun 29 Persen

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 24 Mei 2017 10:23
Pelanggaran Lalu Lintas Diklaim Turun 29 Persen

Petugas Kepolisian Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulsel bersama Samsat Makassar merazia pengendara motor, Jl AP Pettarani Makassar, belum lama ini. foto: asep/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel merilis hasil penjaringan dan penangkapan pelanggaran lalu lintas dalam Operasi Patuh 2017 yang diselenggarakan serentak di seluruh wilayah Indonesia sejak 9 hingga 22 Mei.

Khusus di Sulsel, wilayah hukum Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar menjadi kota yang mendapati jumlah pelanggaran terbanyak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Ditlantas Polda Sulsel, Komisaris Andi Mappisona mengatakan, ada penurunan trend pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna kendaraan di Sulsel yaitu sekitar 29 persen.

“Tahun 2016 ada 16.338 pelanggaran tilang dan Alhamdulillah ada penurunan yakni di 2017 hanya ada 11.674 kasus tilang,” ujar Andi Mappisona diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (24/5)

Ia menilai bahwa masyarakat sudah memiliki kesadaran cukup tinggi dalam mematuhi aturan lalulintas. Kendati demikian, patuhnya masyarakat terhadap kelengkapan dokumen dalam berkendara tidak diikuti tren positif dalam hal kecelakaan lalulintas. Pasalnya masih banyak kecelakaan yang terjadi pada kendaraan truk.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam berkendara dan patuhi lalu lintas sehingga kecelakaan lalulintas bisa diminimalisir. Polisi saja tidak cukup untuk mengurangi angka kecelakaan tapi masyarakat dan terlebih kepada orang tua untuk menasehati anak-anak mereka,” ujar Andi Mappisona.

Sebagai informasi, total pelanggar paling banyak di jajaran Ditlantas Polda Sulsel yaitu di Polrestabes Makassar mencapai 1.425 tilang, dan paling sedikit di Polres Selayar 60 kasus. Sementara jumlah kecelakaan lalu lintas 174, meninggal dunia 19, luka berat 29, dan luka ringan 197, dengan total kerugian materil semuanya mencapai Rp366 juta. (***)


div>