RABU , 24 OKTOBER 2018

Pelantikan di Kuburan Teror bagi Pejabat

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 21 April 2016 20:30

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Style kepemimpinan Walikota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto yang melakukan pengambilan sumpah jabatan bawahannya di tempat yang tidak biasanya dinillai dapat memberikan tekanan mental dan teror ke pejabat baru. Apalagi, jika di lokasi seperti kuburan.

Pengamat Pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto, menjelaskan, lokasi di kuburan sangat tidak pantas dilakukan pengambilan sumpah jabatan. “Seharusnya, di tempat yang memiliki makna lain yang punya sejarah,” tuturnya, Kamis (21/4).

Luhur menjelaskan, pelantikan dari hasil mutasi tahap kedua yang rencananya dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang dalam waktu dekat ini
disebut telah meneror mental pejabat baru. Menurutnya, ada kesan intimidasi yang dilakukan Walikota Makassar jika lokasinya tidak diubah ke tempat yang stategis dan lebih representatif.

“Coba pelantikannya dilaksanakan di kantor pemerintahan yang perna melahirkan pimpinan berprestasi. Itu lebih ideal,” katanya.

Sementra, anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Makassar, Mesakh Raymond Rantepadang, menganggap, apa yang dilaksanakan Danny Pomanto sangat memiliki makna secara khusus. Pelantikan di lokasi kuburan dinilai tidak ada yang berlebihan, justru sangat berkesan jika menjadi seorang pejabat tidak usah rakus.

“Pesan sederhana tapi jika dimaknai dapat memberikan pengaruh positif,” katanya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Makassar ini, mengakatan, sebagai seorang pemimpin pasti memiliki ciri khas masing-masing. Jika yang lainnya suka memarahi bawannya saat melanggar, maka Danny Pomanto memiliki ciri tersendiri saat melakukan pelantikan. “Inimi gaya kepemimpinan Pak Danny, sekali lagi tidak ada yang salah,” tegasnya.

Sebelumnya, Walikota Makassar, Danny Pomanto, mengatakan, rencana pelantikan di lokasi kuburan agar seluruh bawahannya sadar dan paham benar-benar, jika jabatan yang diberikan memang harus dijalankan sesuai dengan amanat, karena itu sifatnya sementara dan tidak dibawa sampai mati.

Menurutnya, dua pelantikan sebelumnya, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar dan TPA Tamangapa untuk mengingatkan agar mereka selalu berbuat jujur dan menjauhkan diri dari perbuatan pidana, begitu pula agar selalu mendorong kebersihan di Makassar untuk menuju kota nyaman untuk semua. “Ini untuk mengingatkan mereka jika jabatan itu sebagai amanat saja. Mereka harus bekerja untuk rakyat,” singkatnya. (***)


div>