SABTU , 16 DESEMBER 2017

Pelayanan Buruk, AMPK Demo RSUD H Padjonga Daeng Ngalle

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Senin , 23 Oktober 2017 20:18
Pelayanan Buruk, AMPK Demo RSUD H Padjonga Daeng Ngalle

Aliansi Masyarakat Peduli Kesehatan (AMPK) bersama mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Padjonga Daeng Ngalle, Senin (16/10) lalu

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Aliansi Masyarakat Peduli Kesehatan (AMPK) bersama mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Padjonga Daeng Ngalle, Senin (16/10) lalu.

Aksi demonstrasi tersebut terkait dengan meninggalnya salah seorang pasien RSUD H Padjonga Daeng Ngalle beberapa waktu lalu yang bernama Kasmawati Daeng Tayu bersama bayinya yang masih didalam kandungan karena terlambat mendapatkan tindakan dari tim medis.

Dalam orasinya, Jendral Lapangan AMPK, Anas Farehsa meminta Direktur BLUD Rumah Sakit H Padjonga Daeng Ngalle agar segera mencopot kepala bagian persalinan dan dokter atau bidang yang menangani korban.

“Aksi ini murni pergerakan hati nurani, lantaran mendengar peristiwa yang menimpa korban Daeng Tayu bersama bayinya yang diduga meninggal karena lambatnya penanganan medis dari pihak rumah sakit,” kata Anas.

Selain itu, massa juga menuntut pihak RSUD Sakit H Padjonga Daeng Ngalle bertanggungjawab atas kelalaiannya sehingga menyebabkan meninggalnya korban.

“Pihak rumah sakit harus bertanggungjawab atas meninggalnya saudara kita ini karena kelalaian dokter atau bidang yang menanganinya,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur BLUD RSUD H Padjonga Daeng Ngalle, dr. Novi Yulianti yang menerima aksi demonstrasi tersebut memberikan ruang untuk dialog.


div>