SENIN , 17 DESEMBER 2018

Pelayanan Dikeluhkan, Managemen RSUD Andi Makkasau Nilai Sebagai Momentum Perbaikan

Reporter:

Niar

Editor:

Jumat , 08 September 2017 14:45
Pelayanan Dikeluhkan, Managemen RSUD Andi Makkasau Nilai Sebagai Momentum Perbaikan

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Berbagai keluhan yang disampaikan Pengunjung atau Pasien terkait pelayanan RSUD Andi Makkasau, Kota Parepare tidak menjadi momok bagi Managemen RS, justru pihak RSUD menjadikan keluhan tersebut sebagai momentum perbaikan dalam meningkatkan pelayanan.

“Doakan segala keluhan pasien dan pengunjung dapat segera diatasi, segala keluhan kami jadikan momentum untuk perbaikan, namun mohon bersabar karena walaupun keinginan untuk perbaikan sangat besar namun beberapa kendala tetap ada, terutama dari segi penganggaran, kami berupaya secepatnya melakukan perbaikan,” ujar Hj Mukarramah, Kabid Infokom RSUD Andi Makkasau Parepare, Jumat, (8/9/2017).

Mukarramah mengulas alasan antrian panjang yang kerap dikeluhkan pasien, khususnya di bagian Poliklinik.

“Poliklinik yang paling ramai adalah Poliklinik penyakit dalam, memang jumlah kunjungan pasien tinggi di RS A Makkasau sehingga antrian tidak bisa dihindari, namun manajemen tetap berupaya memotong waktu tunggu pasien. Untuk itulah sebenarnya diberlakukan rujukan berjenjang agar pasien tidak menumpuk di RS Andi Makkasau sebagai pusat rujukan,” papar Mukarramah, Jumat, (8/9/2017).

Informasi senada juga dikemukakan Hj Faridah, Kasubag Humas RSUD Andi Makkasau Parepare. “Untuk sistem antrian dan pendaftaran RS kita bekerjasama dengan BPJS dan sedang berupaya melakukanbridging system, agar pencatatan tidak dilakukan berulang-ulang, seperti keinginan pasien tadi, kami pun ingin pelayanan lebih cepat, dan sekarang sedang dalam proses dan kami berharap bisa selesai secepatnya,” terangnya.

Terkait jam datang Dokter yang bertugas, yang juga tak lepas dari sorotan pasien, Managemen RSUD Andi Makkasau berjanji akan segera menindaklanjuti. “Untuk jam datang Dokter akan menjadi perhatian serius dari kami, namun harus dipahami juga oleh pasien, dari kami tidak hanya melayani pasien rawat jalan, tapi juga pasien rawat Inap dan pasien operasi,” ulasnya.

Faridah juga membeberkan jumlah data pasien yang dilayani pada Agustus 2017 lalu, yaitu sekira 6 ribu pasien rawat jalan yang terdaftar dalam pelayanan BPJS Kesehatan. “Itu belum termasuk Non BPJS dan Pasien umum, dan 6 ribu pasien rawat jalan sebulan yang tadi terbagi ke beberapa pelayanan poliklinik, sehingga memang antrian tidak bisa dihindari,” jelas Mukarramah.

Termasuk kata dia, fasilitas ruang tunggu pun tak luput dari sorotan, sehingga dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menyediakan fasilitas wifi, tv, penambahan AC, dan pojok baca d ruang tunggu. “Ini untuk menghilangkan kebosanan atau kejenuhan pengunjung atau pasien saat menunggu antrian,” pungkasnya.

Sebelumnya, keluhan pelayanan bagi pasien dan minimnya fasilitas di ruang tunggu menjadi sorotan Hj Irma, Dian, dan Ibrahim. Ketiganya merupakan pasien rawat jalan yang berharap adanya perbaikan pelayanan di rumah sakit yang telah mengantongi akreditasi Madya, dan menjadi rujukan di wilayah Ajattappareng ini.

“Saya dan Bapak di sini mulai dari jam 9, dan sampai jam 1, saya masih antri di Poly Bukan hanya antri di poly yang terkesan lama, saat ambil nomor antrian dan di BPJS juga memakan waktu berjam-jam. Apalagi di apotek nanti, dari pengalaman di tempat pengamanan obat itu selalu lama,” curhat Hj Irma.

Sementara Dian, mengeluhkan kedatangan dokter yang terkesan lambat. “Terkadang lambat datang dokternya, kita sudah lama menunggu, satu jam kemudian baru datang. Padahal kita yang menunggu ini orang sakit, sudah sakit, tambah sakit lagi. Kita cuma bisa berharap, dokter tepat dengan jadwalnya, sehingga kita pasien tidak terlalu lama menunggu,” akunya.

“Kalau saya, bagusnya pihak rumah sakit sediakan fasilitas buat keluarga pasien yang mengantar, supaya kalau menunggu tidak bosan. Usul kalau boleh, TV, Wifi atau fasilitas lainnya, seperti halnya fasilitas bermain anak-anak, itu sudah bagus. Jadi anak-anak tidak bosan, mungkin bisa ditingkatkan lagi untuk fasilitas orang dewasa,” harap Ibrahim, keluarga pasien yang menunggu di ruang poly mata.

Ibrahim juga berharap, pengaturan antrian dapat dilakukan kembali, mulai dari tahapan pendaftaran, hingga pada saat pasien pulang. “Saya rasa dari sistem pengaturan antrian dan proses layanan yang bikin lambat. Jadi penting pihak RS menganalisa kembali alur proses layananannya, agar dapat memperbaiki waktu tunggu layanan. Dimulai dari tahapan sebelum pendaftaran hingga pasien pulang, dari mengambil nomor antrian hingga ambil obat,” harapnya. (nia)


div>