SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Pelayanan e-KTP Kembali Dilakukan Setelah Libur Lebaran

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 11 Juni 2018 10:00
Pelayanan e-KTP Kembali Dilakukan Setelah Libur Lebaran

Ilustrasi e-KTP (Dok. JawaPos.com)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keinginan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto agar pelayanan publik tetap berjalan selama libur lebaran, ternyata tidak berlaku untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), terutama pelayanan KTP Elektronik (e-KTP).

Kepala Dinas Dukcapil Kota Makassar, Nielma Palamba mengatakan, bahwa pihaknya memberhentikan pelayanan di Dukcapil selama libur lebaran, mengingat dirinya memberikan kesempatan bagi staf untuk menikmati lebaran bersama keluarga.

“Orangkan mau lebaran, masa saya suruh masuk stafku kan kasian,” singkat Nielma, Minggu (10/6) kemarin.

Ia mengaku bahwa jika pihaknya tetap mempekerjakan staff/pegawai selama libur lebaran, adalah sebuah tindakan tidak manusiawi. Pasalnya pelayanan publik Dukcapil tidak sama seperti kesehatan atau keamanan yang merupakan hal penting.

“Libur seperti waktu yang ditentukan, biar saya buka pelayanan, belum tentu warga mau datang,” cetus Nielma.

Ia menjelaskan bahwa libur yang diberikan merupakan hal yang tepat. Pasalnya sepanjang tahun pelayanan publik di Dukcapil dibuka hingga Sabtu sore, meskipun masyarakat tidak antusias, tapi pelayanan harus tetap dimaksimalkan.

“Ini saja buka hari Sabtu, hanya tiga sampai empat orang yang datang, kan kasian, bagaimana hari libur panjang?” ucap Nielma.

“Pelayanan kita tetap sama, kita maksimalkan, jangan kuatir, setelah lebaran kita genjot lagi,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya menghimbau masyarakat yang sudah melakukan perekaman periode Desember 2017, namun belum mengambil e-KTP untuk proaktif ke kecamatan untuk mengecek.

“Kita sudah kirim semua e-KTP yang tercetak ke kecamatan masing-masing, kita himbau juga kecamatan untuk memediakan informasi ini supaya warga bisa melihat namanya sudah ada atau belum,” ucap Nielma.

“Jika warga ke kecamatan lantas tidak ada e-KTP bisa kesini melaporkan untuk dicetakkan karena blanko ada banyak,” lanjutnya.

Selain itu, Kata Nielma, pihaknya menyisir ke sekolah-sekolah untuk mendata wajib KTP baru sesuai arahan presiden tentang pemilih pemula untuk didata agar tidak terjadi pemanfaatkan kelompok tertentu terkait pemilih pemula.

“Kita sudah mendata 10 sekolah diseluruh kecamatan di Kota Makassar, bahkan kemarin kita ke Rutan dan ke Lapas,” ucap Nielma. (*)


div>