SENIN , 10 DESEMBER 2018

Peluang Kolom Kosong Menang, Pria ini Nazar Potong Kambing

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Rabu , 27 Juni 2018 17:39
Peluang Kolom Kosong Menang, Pria ini Nazar Potong Kambing

ktivis NGO (Non Government Organisation), Andi Jamal Kamarudin. Foto: Suryadi/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Perhelatan pencoblosan pilkada serentak dan Pilgub Sulsel resmi digelar Rabu, (27/6/2018).

Khusus Pilwalkot Makassar yang diikuti oleh satu paslon Appi-Cicu vs kolom kosong. Pasca Pemilihan, lembaga survei Celebes Research Center (CRC) melakuakn hasil hitung cepat atau Quick Count. Pada pukul 15.00 wita. Appi-Cicu : 45,21 persen Kolom Kosong : 54,79 persen.

Meski hanya hasil sementara, versi hitungan cepat lembaga survei namun, hasil tersebut diprediksi tidak berbeda dengan hasil final KPU nanti.

Kaitan dengan peluang kolom kosong Menang di Pilwalkot Maakassar, salah satu aktivis NGO (Non Government Organisation), Andi Jamal kamarudin alias om Betel menyampaikan rasa terima kasih kepada warga kota Makassar.

Selain itu, ia juga mengucapkan rasa syukur. Oleh karena itu, sebagai bentuk syukur, Betel berjanji akan memotong seekor kambing karena harapannya terwujud.

“Terima kasih untuk masyarakat Makassar atas perjuangan Menagkan kotak kosong. Saya akan motong satu ekor kambing sebagai bentuk syukur kotong kosong menanng di Pilwakot Makassar,” ujarnya saat ditemui di Hotel Clarion Makassar, Rabu (27/6) sore.

Ketika ditanya, alasan sehingga ia rela memotong kambing, padahal dirinya tak pernah terlibat dalam tim atau relawan kolom kosong. Dia mengatakan, alasan dirinya memotong kambing karena sejak awal sudah melakukan nazar. Sehingga harus dilaksanakan.

“Alasan memotong kambing karena sudah niat dari awal, jika kotak kosong menang. Niat saya sekalian nazar akan saya akan lakukan,” katanya.

Dia menambahkan, kemenangan kolom kosong atau kotak kosong perlu diapresiasi karena selama ini saama halnya calon tunggal dengan ambisi mencederai demokrasi.

“Selama ini, ambisi politik yang dihadapi. Sehingga menag kolom kosong harus malu calon tunggal,” pungkasnya. (*)


div>