SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Pemain Lama Bertaburan di Pileg 2019

Reporter:

Fahrullah - Iskanto

Editor:

Lukman

Selasa , 14 Agustus 2018 16:02
Pemain Lama Bertaburan di Pileg 2019

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Calon Legislatif (Caleg) 2019 masih didominasi wajah-wajah lama. Baik itu caleg incumbent maupun caleg yang gagal pada Pileg 2014 serta caleg yang pindah partai.

Selain itu parpol juga cenderung merekrut bacaleg yang memiliki modal kuat untuk menopang perolehan suara. Kondisi ini dinilai karena parpol tidak serius dalam mempersiapkan kadernya. Sehingga partai politik tak punya pilihan dalam menghadirkan caleg-caleg bervariasi lantaran permasalahan kaderisasi.

Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar Arief Wicaksono, membenarkan salah satu alasan masih banyaknya wajah lama dalam pileg mendatang lantaran pola rekruitmen yang kurang baik. Hal itu menjadi alasan parpol masih menempatkan para pemain lama.

“Wajah-wajah lama memang masih mendominasi dunia percalegan dalam event Pileg 2019. Sebabnya ada banyak sebenarnya, tapi saya sepakat dengan pendapat yang menyatakan bahwa jeleknya pola rekruitmen kader pada partai politik-lah yang menjadi sebab utama,” kata Arief.

Arief menilai, parpol saat ini dibangun bukan berlandaskan pada kedewasaan politik di masyarakat. Namun lebih kepada kepentingan politik untuk mendapatkan kedudukan setinggi mungkin di mata masyarakat.

“Bukan soal serius atau tidak serius dari parpol untuk merekrut kader yang bagus dan banyak, tapi lebih kepada soal kepedulian parpol sebagai satu pilar terpenting dari Demokrasi, terhadap perkembangan dan kedewasaan perikehidupan politik masyarakat,” jelasnya.

Bukan menjadi rahasial lagi, lanjutnya parpol akan memperlihatkan kepeduliannya di masyarakat ketika ada kepentingan politik. Hal inilah kata Arief yang mesti dirubah agar kepercayaan masyarakat terhadap parpol kembali terbangun.

“Saat ini, parpol seperti meninggalkan masyarakat ketika selesai pemilihan, nanti jelang pemilihan berikutnya, baru datang lagi. Ini kan sikap yang membuat orang-orang tidak percaya pada parpol, selama ini? Artinya, memang parpol yang harus berinisiatif memperbaiki keadaan ini,” tandasnya.

Ketua DPW PPP Sulsel, HM Aras yang dikonfirmasi mengatakan, dalam menyusun komposisi caleg berdasarkan pada pertimbangan yang matang. Yang didukung oleh kader-kader PPP yang memang potensial untuk bertarung di pileg nanti.

“Sebenarnya kami tidak mengalami hal demikian karena terbukti kemarin pada saat kami menyusun caleg yang ada di Sulawesi Selatan kan pengurus kami sekitar 200 lebih. Dan alhamdulillah hari ini caleg-caleg provinsi semua terpenuhi,” kata Aras.

Aras menjelaskan, yang banyak disoroti adalah caleg-caleg perempuan yang didorong hanya untuk melengkapi kuota 30 persen. Namun bagi PPP, caleg-caleg perempuannya yang dipilih berdasarkan seleksi dan kaderisasi yang ketat. Sehingga bukan asal mendorong nama caleg saja.

“Bahwa bukan cuma caleg lama yang bercokol tapi banyak caleg baru juga yang di rekrut bercokol sebagai andalan PPP,” terangnya.

Perihal wajah lama dalam pileg, Aras mengaku PPP dalam mendorong caleg berdasarkan pada kompetensi yang dimiliki. Sehingga tentunya bagi caleg yang sudah pernah bertarung sebelumnya setidaknya punya pengalaman yang baik.

“Tidak mungkin kita dorong kalau mereka tidak punya semangat untuk menang. Sehingga pengalaman yang lalu mungkin pada saat itu mereka tidak serius karena merasa mereka tidak mampu bersaing atau keterbatas finansial yang mereka miliki,” terang Aras.

“Tapi kali ini mereka mungkin lebih siap untuk itu, bisa saja mereka bisa mengalahkan caleg incumbent karena saya lihat saat ini kekuatan PPP merata,” lanjutnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle, mengaku jika saat ini memang masih banyak wajah-wajah lama yang ikut bertarung terutama yang gagal pada 2014 lalu. “Hampir semua wajah lama bertarung kembali dan incmubent juga tetap maju,” katanya.

Namun menurut Selle, Partai Demorkat juga memiliki wajah baru yang ikut andil dalam pesta demokrasi ini. Akan tetapi dirinya tidak bisa memperkirakan berapa persen wajah lama dan baru. “Kita berharap wajah-wajah baru muncul dan wajah lama tidak hilang,” ucapnya.

Sekretaris Komisi B DPRD Sulsel ini menambahkan, dalam kaderasi caleg, baik lama maupun yang baru tidak ada perbedaan. “Kami tidak membedakan caleg lama dan baru. Kami beri semua dukungan dan doa semoga bisa berkompetisi secara sehat dan bisa mendapatkan kepercayaan,” tuturya.

Ia juga mengaku tidak membedakan pemberian nomor caleg. “Tapi khusus caleg incumbent diberi nomor satu. Kalau ada perubahan saya kurang tau,” jelasnya. (isk-fah/D)


Tag
  • Pileg 2019
  •  
    div>