SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Pemalsuan Sertifikat Tanah di Parangloe

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 13 Juni 2017 14:27
Pemalsuan Sertifikat Tanah di Parangloe

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Seorang pengusaha ternama di Makassar inisial JW dilapor ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, Senin (12/6). JW dilapor atas dugaan suap oknum mantan pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Makassar, Muhammad Hatta.

JW diduga menyuap Hatta untuk memuluskan pengurusan sertifikat tanah seluas tiga hektare di wilayah Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

“Hatta sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah divonis atas kasus gratifikasi dalam pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea. Tapi masalahnya, penyuapnya belum tersentuh hukum,” kata Daniel diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (13/6).

Diceritakan, awalnya JW menyuap Hatta untuk memuluskan pengurusan sertifikat tanah yang diklaim sebagai miliknya, meski syarat pengurusan tanah itu tidak lengkap.

“Ini kemudian kami laporkan ke Kajati Sulsel. Karena sampai hari ini pihak penyuap belum tersentuh hukum. Padahal, penyuap dan disuap harusnya ditetapkan tersangka. Bukan hanya penerimanya saja,” ujar Daniel.

Jefri menyuap Hatta sebesar Rp60 juta berdasarkan bukti transfer melalui Bank BNI. “Kami juga sudah menyurat ke BPN untuk pertanyakan proses penerbitan sertifikat tanah yang diakui JW,” ungkap Daniel.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan, setiap laporan yang diterima kejati sebelum diselidiki perlu dilakukan pengumpulah data dan bahan keterangan.

“Kami pasti melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan terlebih dahulu sebelum mengusutnya. Karena langkah itu, merupakan awal untuk melakukan penyelidikan setiap laporan yang masuk,” kata Salahuddin. (***)


div>