MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Pemasangan APK Asal-asalan Rugikan Kandidat

Reporter:

Iskanto - Fahrullah - Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 01 Maret 2018 11:00
Pemasangan APK Asal-asalan Rugikan Kandidat

Juru Bicara IYL - Cakka, Henny Handayani. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 terkesan asal-asalan. Terlihat di beberapa titik, beberapa APK yang disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak pada posisi yang strategis. Masyarakat pun agak kesulitan untuk melihat APK tersebut.

Lokasi strategis untuk pemasangan APK, tentu saja di jalan protokol AP Pettarani, Urip Sumihardjo, Perintis Kemerdekaan, hingga Ahmad Yani.
Namun, KPU ternyata memasang APK di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, ruas jalan yang tidak terlalu ramai.

Salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzaklar (IYL – Cakka) menyayangkan hal tersebut, apabila benar terjadi. Keberadaan APK menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan popularitas bagi masing-masing paslon selama masa kampanye.

“Kita menyayangkan yah kalau faktanya seperti itu, pemasangan APK tidak sesuai dengan harapan tim. Kita berharap, APK itu menjadi media komunikasi paslon dengan pemilih,” kata Juru Bicara IYL – Cakka, Henny Handayani, Rabu (28/2).

Menurut Henny, APK merupakan perwakilan dari paslon dalam menyampaikan apa yang menjadi visi misinya bila terpilih sebagai kepala daerah. Terutama IYL-Cakka yang memiliki tiga program unggulan dalam menciptakan masyarakat sejahtera dan terpelajar.

“Agar masyarakat bisa membaca visi misi Pak IYL-Cakka, karena kan tidak semua orang di Sulsel bisa kita datangi satu persatu, daya jangkau terbatas. Sehingga, APK itu menjadi jembatan untuk memudahkan komunikasi dan menyampaikan pesan ke masyarakat,” tuturnya.

Henny berharap, dengan adanya kejadian seperti itu, KPU dapat lebih memperhatikan setiap titik strategis pemasangan APK. Karena pemasangan yang tidak sesuai, hanya akan menjadi khiasan jalan semata.

“Semoga pemasangannya betul-betul di titik yang dapat terlihat jelas oleh masyarakat,” harap Henny.

Terpisah, Liaison Officer (LO) Nurdin Abdullah – Sudirman Sulaiman (NA -ASS), Izzdin Idrus, mengakui, pemasangan APK, khususnya baliho kurang strategis. Namun, ia enggan untuk mempermasalahkannya.

“Memang tidak strategis, tapi kami tidak mau mempermasalahkannya. Kami ingin fokus bekerja,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, kandidat petahana di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, mengatakan, pemasangan APK sepenuhnya dari KPU, baik Sulsel maupun Kota. Tetapi, itu tidak boleh jika lokasi pemasangan tidak strategis.

“Namanya media kampanye harus dilihat orang. Jangan media kampanye dipasang di jalan yang tidak ada orang lewat, dan itu harus disempurnakan,” ucap Danny.

Ia mengatakan, APK yang dipasang, khusus untuk Pasangan calon (Paslon) DIAmi, pihaknya yang memberikan langsung untuk designnya. “Kalau diberikan kesempatan, kita usulkan titiknya. Sayang kan, mubassir kalau dibiayai negara baru tidak tersampaikan,” imbuhnya.

Ia mengusulkan, pemasangan APK di perempatan jalan dan pusat keramaian.
(*)


div>