SENIN , 15 OKTOBER 2018

Pemasukan PD Terminal Hanya Rp450 Juta

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 26 Februari 2018 13:00
Pemasukan PD Terminal Hanya Rp450 Juta

Suasana Terminal Regional Daya. (Dok RakyatSulsel)

– Terminal Bayangan Masih Marak Beroperasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Maraknya terminal bayangan bahkan terkesan liar yang hingga kini belum mampu diatasi berpengaruh kepada pemasukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, khususnya Perusahaan Daerah (PD) Terminal Makassar Raya. Tercatat pada awal tahun ini pemasukan PD Terminal Makassar Raya hanya Rp450 juta.

Direktur Operasional (Dirops) PD Terminal Makassar Raya, Rizal Rahman, mengatakan, meskipun saat ini sudah ada tim terpadu yang dibentuk yang terdiri Dinas Perhubungan, Polri dan TNI, masih belum mampu memberantas maraknya terminal bayangan yang berdampak kepada menipisnya pemasukan Januari 2018.

“Masih maraknya terminal bayangan sedikit banyaknya pasti berpengaruh. Utuk Januari pemasukan PD Terminal Makassar Raya itu hanya Rp450 juta,” ujar Rizal, Minggu (25/2).

Rizal menjelaskan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak terhadap adanya terminal bayangan, pasalnya kendaraan yang berada di terminal bayangan tersebut merupakan kendaraan yang berplat hitam. Oleh karen itu, ia berharap TNI-Polri dan Dinas Perhubungan bertindak tegas dalam menindak kendaraan tersebut.

“Kita tidak bisa karena bukan kewenangan kita (PD Terminal, Red), yang bisa menindak itu Dishub dan Polisi,” kata Ical, sapaan akrab Rizal Rahman.

Selama ini, PD Terminal Makassar Raya telah memperbaiki fasilitas yang ada di dalam terminal, seperti tempat duduk dan toilet dengan tujuan penumpang bisa nyaman bahkan untuk keamanan diperketat, sehingga meminimalisir adanya kecurian atau kehilangan barang dalam terminal.

“Kita sudah perbaiki kok, bahkan untuk sopir kita sering beritahu mereka untuk masuk ke terminal resmi jika ingin mengambil penumpang,” terangnya.

Tidak hanya itu, pihaknya sudah terlalu sering melakukan koordinasi dengan Dishub dan Polisi Lalu Lintas, karena sudah masuk dalam tim terpadu, namun tersebut masih fokus untuk kendaraan bus.

“Akhir-akhir ini tim terpadu fokus dulu dengan bus, karena bus tidak masuk ke terminal,” ucapnya.

Rizal berharap tim terpadu menambah jumlah personel untuk melakukan penindakan secara optimal, mengingat jumlah personel yang ada saat ini belum bisa bahkan menghilangkan terminal bayangan yang berada di Jl Perintis Kemerdekaan depan Terminal Regional Daya (TDR) Makassar dan di Jl Sultan Aluddin depan Terminal Malengkeri Makassar.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, justru menuding masih maraknya terminal bayangan di Makassar karena kurang aktifnya peran PD Terminal Makassar Raya pada tim terpadu yang telah dibentuk. Apalagi, leading sektor tim terpadu itu justru berasal dari PD Terminal Makassar Raya.

Humas Dishub Kota Makassar, Aziz Sila, mengatakan, pihaknya hanya sebagai anggota dari tim terpadu, sehingga tidak bisa berbuat banyak tanpa adanya instruksi dari ketua tim.

“Inikan tim terpadu, artinya leading sektornya dari PD Terminal Makassar Raya. Mereka ketuanya. Untuk menertibkan kendaraan yang ambil penumpang di luar terminal,” terangnya. (*)


div>