MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Pembangunan Eks Ruko Pasar Sentral Bakal Dilelang

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Selasa , 18 September 2018 12:25
Pembangunan Eks Ruko Pasar Sentral Bakal Dilelang

ANDRI/RAKYATSULSEL. DITATA. Pedagang sedang membersihkan puing-puing bekas lapak mereka di Pasar Sentral Makassar. Pemkot Makassar tengah mencari investor untuk membangun ruko baru di sekitar New Makassar Mal (NMM).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasca dilakukan pembongkaran lapak pedagang pasar sentral yang berdiri di badan Jl KH Ramli, KH Wahid Hasyim, dan HOS Cokroaminoto. Kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tengah mencari investor untuk membangun (Rumah dan Toko (Ruko) baru.

Oleh karena itu, pemkot berencana akan melakukan lelang guna mencari pemenang yang akan menjadi investor pembangunan eks ruko Pasar Sentral tersebut. Pasalnya, lahan yang berlokasi di belakang New Makassar Mal (NMM) kembali dibanguni lapak semi permanen oleh ratusan pedagang resmi yang mengaku belum sepakat perihal harga yang diberikan PT MTIR.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto meminta kepada seluruh pedagang yang membangun lapak baru di lahan tersebut agar segera pindah. Pasalnya, saat ini ia tengah mencari investor yang akan membangun ruko di lokasi itu.

“Rencananya kita akan lelang dalam waktu dekat. Ini (pembangunan ruko) tidak pakai uang negara, tapi melalui investor jadi sistem investasi,” ujar Danny, Senin (17/9).

Danny menjelaskan, dirinya belum tahu persis perusahaan dari mana yang nanti membangun ruko diseputaran New Makassar Mal tersebut, sebab pihaknya masih mencari investor yang bersedia bekerjasama dengan pemerintah kota. Namun, dia berjanji bahwa pembangunan fisik sudah bisa dimulai tahun ini.

“Nanti kita lihat siapa yang menang, pokoknya ini terbuka untuk semua, kita masih cari investornya. Tahun ini harus sudah ada pembangunan fisik,” ucapnya,

Konsepnya, bangunan tersebut terdiri dari enam lantai dan memiliki baseman yang disiapkan untuk menampung seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL). Bahkan, bangunan tersebut akan dihubungkan dengan New Makassar Mal sehingga akses pembeli dari pedagang kaki lima ke pedagang grosiran terakomodir.

Danny mengatakan, setelah pembangunan ruko disebelah barat New Makassar Mal selesai, maka pedagang yang berjualan di eks Ruko Blok B di drop ke baseman, dilanjutkan pembangunan yang sama di sebelah

“Jadi dia (bangunan) itu ada enam lantai, dibawah baseman dilantai atas itu ada hotel, tenga-tengahnya dipakai pedagang. Komersil semua, makanya kita pakai sistem investasi. Kita selesaikan dulu di sebelah Barat, jadi basemannya kemuadia mereka (pedagang) masuk di situ, baru kita pindah (lanjutkan pengerjaan) di selebah Selatan,” jelasnya.

Sebelumnya, Dirops PD Pasar Makassar Raya, Japri Y Timbo Dg Rola, mengimbau kepada seluruh pedagang agar segera mengosongkan lahan di belakang New Makassar Mal. Pasalnya, lahan tersebut akan dibanguni ruko dalam waktu dekat ini, yang bertujuan untuk menampung seluruh pedagang, termasuk baseman yang diperuntukkan bagi pedagang kaki lima.

Japri mengatakan, pembangunan ruko dilakukan secara bertahap. Tahap awal, pembangunan dilakukan di sektor Barat yang saat ini dibanguni lapak semi permanen oleh ratusan pedagang. Setelah rampung, dilanjutkan disektor Selatan yang saat ini menjadi tempat penampungan seluruh pedagang kaki lima yang masuk dalam SK 871.

“Disitukan akan ada pembangunan ruko kembali, makanya dibagi dua yaitu sektor Selatan (eks Ruko Blok B) jadi tempat penampungan, sementara sektor Barat dikosongkan, karena pembangunannya ini dua tahap. Setelah selesai terbangun di situ (sektor Barat) dilanjutkan di sebelah Selatan,” jelasnya.

Pedagang juga diminta untuk segera mengosongkan lahan tersebut. Apalagi, SK penampungan yang dikeluarkan pemkot hanya untuk kawasan eks Ruko Blok B. Sehingga, pembangunan lapak baru diluar eks Ruko Blok B tidak dibenarkan.
“Penampungan yang ada izinnya itu cuma di sektor Selatan (eks Ruko Blok B) untuk pedagang kaki lima, jadi harus dikosongkan sekalipun bukan badan jalan tetap tidak bisa,” tegasnya. (*)


div>