KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Pembangunan IPA Dipindah ke Somba Opu

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 10 Februari 2018 14:00
Pembangunan IPA Dipindah ke Somba Opu

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKP2), Andi Bakti Haruni. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bersama pemerintah pusat kembali membahas rencana pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) di kawasan Mammimasata.

Rapat yang dipimpin Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKP2), Andi Bakti Haruni itu berlangsung di ruangan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel. Pemerintah pusat diwakili Asisten Deputi Kemenko Perekonian, Muhammad Zaenal Fatah.

Diketahui, SPAM Regional Mamminasata merupakan salah satu proyek prioritas pemerintah. Salah satu yang mengemuka dalam rapat adalah terkait lokasi penetapan Instalasi Penjernihan Air (IPA). Rencana awal akan ditempatkan di wilayah Kecamatan Pattalassang, namun berubah kembali ke Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

“Karena ada perubahan lokasi, kita harus melakukan beberapa penyesuaian. Termasuk melakukan studi terkait visibility study dan analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal, ” ungkap Andi Bakti.

Selain itu, lanjut dia, persoalan kelembagaan, izin pemanfaatan air permukaan, dan revisi berbagai dokumen juga menjadi pembahasan serius.

Rencana pembangunan SPAM Mamminasata sudah digagas beberapa tahun yang lalu. Namun hingga saat ini, belum ada realisasi ke pekerjaan fisik. SPAM yang digagas tersebut akan memenuhi kebutuhan air minum di Kawasan Mamminasata dengan kapasitas air bersih yang bisa dihasilkan sekitar 2.000 liter per detik. Asumsi pembiayaan yang dibutuhkan sekitar Rp1,3 triliun lebih.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Abdul Latif sebelumnya mengatakan lokasi IPA sempat jadi kendala sehingga proyek ini bertahun-tahun tertunda. Kata dia, awalnya ada dua lokasi, lahan Pemprov di Pattalassang dan lahan Pemkot di Somba Opu.

“Akhirnya disepakati lahan Pemkot di Batangkaluku, Somba Opu, Gowa seluas 7 hektare. Karena klepnya sisa dibuka. Jaringannya sudah ada. Layanan air bersih tak terganggu,” ungkapnya belum lama ini. (*)


div>