MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Pembangunan Lapangan Futsal Mandek, LSM LAKI Curiga Ada Pencucian Uang

Reporter:

jejeth

Editor:

Lukman

Senin , 30 April 2018 19:38
Pembangunan Lapangan Futsal Mandek, LSM LAKI Curiga Ada Pencucian Uang

Andi Sofyan Akip

BANTENG, RAKYATSULSEL.COM – Kasus mandeknya pembangunan lapangan futsal Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang terletak di Jalan T.A. Gani, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, kini mendapat tanggapan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI).

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM LAKI, Andi Sofyan Akip, mengatakan kasus mandeknya lapangan futsal merupakan tindak pidana pencucian uang.

“Jadi khusus kasus lapangan futsal yang sekarang dilaporkan, menurut saya terjadi tindak pidana pencucian uang pada kasus tersebut,” jelasnya, Senin (30/4).

Menurut Andi Sofyan, dirinya juga pernah menanyakan hal ini pada Sekretaris Dispora. ” Karena saya pernah ke sekretaris Dispora mempertanyakan hal tersebut karena Kadisporanya tidak ada. Ia mengatakan bahwa dana pembangunan lapangan futsal didekat rumah pribadi Nurdin Abdullah (NA) hanya Rp 50 juta, itu menurut sekretaris Dispora. Namun kenyataannya setelah dilihat Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), anggaran yang sebenarnya kurang lebih 1 miliar,” jelasnya.

Miris, hasil pengerjaan di lapangan juga tidak cukup atau tidak sampai Rp 100 juta dengan hasil pembangunan yang hanya nampak baru pondasinya saja.

“Setelah ditelisik hasil pengerjaan di lapangan, ternyata tidak cukup Rp 100 juta dengan fisik yang terbangun (Pondasi). Makanya kami sebagai LSM LAKI curiga, kalau memang anggarannya kurang lebih 1 miliar, kenapa kondisi fisiknya seperti ini ?, dimana sisa uang yang lain,” jelasnya.

“Disisi lain, pihak Dispora telah melanggar UU RI No 1 4 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik karena memberikan informasi yang ditutup-tutupi dan berbicara tidak sesuai data,” tegasnya. (*)


Tag
  • LSM LAKI
  •  
    div>