RABU , 14 NOVEMBER 2018

Pembangunan Tiga Jalan Kawasan Pasar Sentral Akan Dilanjutkan

Reporter:

Armansyah

Editor:

MA

Kamis , 06 September 2018 10:42
Pembangunan Tiga Jalan Kawasan Pasar Sentral Akan Dilanjutkan

ZULKIFLI/RAKYATSULSEL/D PUING LAPAK. Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Sentral Makassar mencari barang yang tersisa di lapak jualan pasca relokasi pedagang, Rabu (5/9). Meski sempat mendapat aksi protes dari sejumlah pedagang, namun relokasi tetap berlangsung menggunakan alat berat.

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Relokasi pedagang Pasar Sentral Makassar yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dibantu Polres Pelabuhan berhasil dilakukan. Untuk itu, tiga jalan di kawasan Pasar Sentral Makassar, yakni Jl KH Ramli, Jl HOS Cokroaminoto, dan Jl KH Wahid Hasyim segera dilanjut pengerjaannya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muh Ansar, mengatakan, pihaknya meyakini pengerjaan di tiga jalan di kawasan Pasar Sentral Makassar, yakni di Jl KH Ramli, Jl HOS Cokrominoto, dan Jl KH Wahid Hasyim rampung tahun ini.
“Kita sudah antisipasi penyediaan anggaran, tahun ini Insya Allah selesai semua, tapi bertahap. Jl KH Ramli dan Jl KH Wahid Hasyim gunakan dana APBD pokok, sementara untuk Jl HOS Cokroaminoto itu dianggarkan di perubahan,” jelas Ansar, Rabu (5/9).
Ansar mengatakan, pengerjaan fisik untuk dua jalan, yakni Jl KH Ramli dan Jl KH Wahid Hasyim akan menunggu pemenang tender. Sementara, untuk Jl HOS Cokroaminoto yang diteruskan ke Jl Nusakambangan akan dilanjutkan melalui anggaran perubahan.
“Namun kalau Jl Cokroaminoto dan Jl Nusakambangan bebas dari lapak, kita ratakan dulu, finishingnya di APBD perubahan nantinya,” ujar Ansar.
Ansar menjelaskan, pengerjaan Jl KH Ramli menggunakan betonisasi, dimana jalan tersebut terbagi atas dua lajur. Panjang jalan mencapai 325 meter dan lebar 6 meter dengan anggaran Rp3,6 miliar. Sementara, Jl KH Wahid Hasyim akan dibetonisasi dengan panjang 266 meter dan lebar 6 meter, dianggarkan Rp2,7 miliar.
“Rekanan pengerjaan jalan di kedua jalan itu PT Cipta Bahagia Utama. Pengerjaannya itu kalau sudah bersih kita kerjakan langsung,” ujarnya.
“Untuk Jl HOS Cokroaminoto plus Jl Nusakambangan itu akan dikerjakan di APBD perubahan dan kita anggarkan sekira Rp7 miliar,” tambahnya.
Sementara, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya, Kota Makassar, Nuryanto Dg Liwang, mengatakan, pembongkaran lapak di tiga jalan, yaitu Jl KH Ramli, Jl HOS Cokroaminoto, dan Jl KH Wahid Hasyim berjalan sukses meski ada riak-riak pedagang, namun relokasi akhirnya dilakukan.
“Tidak adami menolak, mungkin mereka (pedagang) sudah sadar sendiri dengan membongkar lapak mereka dan kami juga sudah membongkar. Kita sudah kembalikan badan jalan,” katanya.
Anto, sapaan akrab Nuryanto Dg Liwang, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap pedagang pasca direlokasi. Untuk penampungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah menunjuk Ruko Blok B, artinya tidak ada area penampungan selain yang disediakan Pemkot Makassar.
“Tidak ada penampungan di situ (Jl HOS Cokrominoto). Surat Keputusan (SK) Wali Kota menunjuk penampungan di bagian Selatan (Pasar Sentral Makassar) bukan bagian Barat di Jl HOS Cokroaminoto,” ujarnya.
“Pembangunan ruko akan dilakukan di bagian Barat. Selain itu, meski tidak ada pengerjaan jalan karena bukan badan jalan, tapi kita larang pedagang bangun tempat di situ,” tambahnya.
Anto mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan pemagaran di sekitar lahan bagian Barat Jl HOS Cokroaminoto itu yang disinyalir pedagang akan mengambil alih untuk dijadikan tempat penampungan.
Selain itu, pasca dilakukan pembongkaran lapak, Pemkot Makassar berharap agar 1.800 pedagang resmi segera masuk ke New Makassar Mal (NMM). Pasalnya, pihak PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR), selaku pengembang New Makassar Mal, telah memberikan kebijakan masuk gratis selama enam bulan sembari mengurus administrasi pengambilan lods.
“80 persen kan sudah ambil kunci, nah 20 persen ini kita harap segera mengambil juga kunci ke MTIR. Kan mereka juga diberikan gratis enam bulan sambil mengurus kekurangannya,” ujar Anto.
Diketahui, di Jl KH Wahid Hasyim ada sekira 164 pedagang, 87 diantaranya adalah pedagang resmi dan 40 pedagang tumbuh, selebihnya pedagang yang terdata di SK 871. Jl KH Ramli 466 pedagang dan semuanya adalah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdata di SK 87. Sementara di Jl HOS Cokroaminoto ada sekira 500 lebih pedagang, dimana pedagang tumbuhnya mencapai 200 orang. (**)


Tag
div>