JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Pembaru Indonesia Wilayah Sulsel Desak PT Klambir Batalkan PHK Buruh

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 05 Juni 2018 18:57
Pembaru Indonesia Wilayah Sulsel Desak PT Klambir Batalkan PHK Buruh

Saenal Teha.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmat telah terjadi perjuangan hebat buruh PT Klambir Jaya yang berdiri sejak tahun 1990 yang beralamat di Jl Klambir 5 Pasar 1 Umum, Desa Tanjung Gusta, Sunggal–Deli Serdang, Sumatera Utara Sebagai produsen kertas sembah untuk mengembalikan hak normatif buruh.

Ketua Pemuda Baru Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Saenal Teha, mengatakan, hampir 28 tahun PT Klambir Jaya berdiri belum sepenuhnya menjalankan ketentuan aturan Undang-undang Ketenagakerjaan RI Nomor 13 tahun 2003, seperti praktik pemberlakuan sistem kerja kontrak (PKWT) yang menyalahi aturan dan tidak memberikan cuti haid bagi buruh perempuan. Termasuk tidak memberikannya pesangon bagi buruh yang memasuki usia pensiun.

“Tindakan yang dilakukan PT Klambir tidak lepas dari krisis yang hadapi imperialis di bawah pimpinan imperialis AS,” terangnya melalui rilis yang diterima redaksi, Selasa (5/6).

Bahkan, PT Klambir justru mem-PHK sepihak terhadap lima buruh dengan alasan berakhirnya kontrak kerja pada 23 April 2018. Persoalan tersebut yang melatarbelakangi buruh PT Klambir Jaya melakukan mogok kerja pada 24, 25, dan 26 April 2018.

“Yang kami sadari bahwa persoalan tersebut adalah hak normatif yang seharusnya sudah dilaksanakan perusahaan untuk membangun hubungan kerja yang harmonis, berkeadilan serta penghormatan hak asasi manusia sebagai pelaku bisnis di Indonesia,” terangnya.

Saenal menegaskan, berdasarkan situasi dan kondisi konkret yang dialami buruh PT Klambir Jaya menjadi penting kedudukannya untuk memberikan solidaritas, utamanya sesama klas buruh di Indonesia untuk melawan segala bentuk penindasan dan mengisapkan klas buruh dan rakyat Indonesia yang tertindas.

Kami menuntut secara tegas kepada manajemen PT Klambair Jaya untuk segera:
1. Memperkerjakan kembali 222 buruh yang dikualifikasikan mengundurkan diri karena mogok kerja pada 24, 25, dan 26 April 2018
2. Perkerjakan kembali 5 orang buruh yang di PHK karena berakhirnya kontrak (PKWT) sepihak yang terjadi pada tanggal 23 April 2018
3. Berikan Tunjangan Hari Raya Keagamaan (THR) kepada seluruh buruh PT.Klambnir Jaya sesuai dengan Per Menaker nomor 6 tahun 2016
4. Berikan hak pensiun bagi buruh yang sudah memasuki usia pensiun Kerja
5. Berikan Upah kerja bagi buruh borongan sesuai dengan UMSK Kab. Deli Serdang

6. Hapuskan sistem kerja kontrak (PKWT) dan segera tetapkan buruh menjadi buruh tetap (PKWTT)
7. Daftarkan seluruh buruh PT Klambir Jaya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan serta Bayarkan tunggakan premi BPJS Ketenagakerjaan
8. Berikan cuti haid selama 2 hari bagi buruh perempuan
9. Hapuskan sistem surat pengantar berobat yang dikeluarkan oleh kepala personalia yang mempersulit buruh untuk istirahat karena sakit
10. Kembalikan program pemberian upah berkala sebesar Rp.200 per-hari yang dikalikan dengan masa kerja , yang sejak tahun 2015 diberhentikan secara sepihak pemberiannya oleh pihak perusahaan.

11. Menuntut kepada Dinar tenaga kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Utara untuk dengan konsisten melakukan pengawasan atas pelanggaran-pelanggaran ketenagakerjaan di PT Klambair Jaya
12. Menuntut kepada Pihak kepolisian Polda Sumatera Utara untuk melindungi dan menghormati mogok buruh PT Klambair Jaya serta memberikan perlindungan hukum bagi buruh Klambir jaya yang sedang melakukan mogok kerja
13. Jalan Reforma Agraria sejati dan Bangun Industrialisasi Nasional

“Terakhir Pembaru Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan menyerukan kepada kepada kawan-kawan buruh PT Klambair Jaya di Deli Serdang Sumatera Utara untuk memperkuat persatuan sesama buruh dan memperluas dukungan untuk memenangkan perjuangan melawan ketidakadilan,” terangnya. (****)


div>