SENIN , 18 JUNI 2018

Pembayaran Listrik Pemprov Membengkak

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 18 Mei 2017 10:09
Pembayaran Listrik Pemprov Membengkak

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penyesuaian tarif listrik untuk daya 900 Volt Ampere (VA) 1 Mei 2017 lalu juga berdampak ke Pemerintah Provinsi Sulsel. Ini diakui langsung Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sulsel, Abd Malik, Rabu (17/5).

“Pencabutan itu berdampak pada pembayaran listrik di Pemprov karena kita tidak berbeda jauh dengan pihak swasta,” kata Abd Malik diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (18/5).

Malik menjelaskan, setiap tahun untuk pembayaran listrik, Pemprov Sulsel menganggarkan sebesar Rp3,3 miliar. Aggaran itu untuk membayar listrik kantor gubernur, rumah jabatan gubernur, rumah jabatan wakil gubernur, rumah jabatan sekprov, mess malino, gedung kartini, gedung Dekranasda, dan Baruga Pattingalloang.

“Berpengaruh sekali karena kita berpatokan pada pembiayaan sebelumnya. Tahun ini ternyata ada kenaikan dari PLN,” ujar Malik.

Baruga Pattingaloang yang belum lama ini diresmikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di rumah jabatannya ternyata membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pembayaran listrik.

“Apalagi Baruga Pattingaloang ternyata membutuhkan daya yang lebih besar dibanding baruga sebelumnya. Sehingga daya listrik yang sebelumnya hanya 66.000 Kwh, sedangkan estimasi disebutkan butuh 90.000 Kwh. Jadi kita butuh 27.000 Kwh lagi. Ini akan butuh anggaran lebih lagi. Sedangkan kita tidak anggarkan di tahun 2017,” jelasnya.

Untuk itu, kata Malik, pihaknya akan menganggarkan kembali di pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan mendatang.

“Nanti kita usulkan di perubahan anggaran. Kalau tidak bisa, terpaksa kita anggarkan di anggaran pokok. Tapi tidak ada tambahan daya,” kata Malik. (***)


div>