SELASA , 23 OKTOBER 2018

Pembebasan Lahan ITH Dibahas, Begini Progresnya

Reporter:

Editor:

Niar

Kamis , 07 September 2017 20:12
Pembebasan Lahan ITH Dibahas, Begini Progresnya

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Carut-marut tentang progres pembangunan Institut Teknologi Habibie yang banyak dipertanyakan dari berbagai kalangan, akhirnya memperlihatkan titik terang.

Rapat pendampingan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) bersama Pemkot Parepare, dan dihadiri Badan Pertanahan (BPN) Kota Parepare, menjelaskan secara gamblang tentang progres pembebasan lahan ITH yang telah memasuki tahapan ketiga, yaitu tahapan pelaksanaan.

Kepala Seksi Penataan dan Pengadaan Lahan Dinas Pemukiman, Penataan Perumahan, dan Pertanahan, Ulfah Lanto menguraikan, dalam proses pembebasan lahan ITH ini, Pemkot Parepare telah melalui dua tahapan, yaitu tahapan perencanaan dan persiapan.

“Sekarang ini kita sudah di tahap ketiga, yaitu tahap pelaksanaan. Berdasarkan SK Gubernur Sulsel tentang Penetapan lokasi pembangunan, ditunjuklah Kanwil Pertanahan atau BPN sebagai pelaksana. Pada tahap ini, diuraikan tentang inventarisasi, pembentukan Tim Independen atau aprizal yang akuntabel, penilaian, dan sosialisasi. Kita berharap, hingga tahap keempat dapat selesai tahun ini,” ujar Ulfah Lanto, menguraikan.

Terkait permintaan pendampingan dengan TP4D, Ulfah Lanto berharap, melalui pendampingan tersebut, pelaksanaan pembangunan ITH dapat berjalan di koridor yang tepat.

“Kita ingin pelaksanaan pembangunan ITH berjalan baik, aman dan tidak menimbulkan dampak hukum di kemudian hari,” paparnya.

Sementara untuk tahap akhir kata Ulfah, adalah tahap penyerahan hasil. Tahapan ini dilakukan Pemkot Parepare setelah semua proses pelaksanaan yang dilakukan BPN Parepare telah terlaksana, termasuk pengukuran, penilaian harga bidang tanah, serta sosialisasi.

“TP4D ingin memastikan apakah lahan ITH ini tidak ada hak milik. Jangan sampai di belakang ada dokumen siluman yang muncul,” harap Syahrul, salah seorang TP4D Kejari Parepare.

Sebagai pelaksana pada tahap ketiga ini, Kepala Seksi Infrastruktur Pertanahan BPN Kota Parepare Akhmad Saparuddin mengatakan, pada tahap ini, pihaknya membentuk dua satgas, masing-masing Satgas A dan Satgas B.

Kedua Satgas tersebut telah bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing. Satgas A kata Akhmad, bertugas pada pengukuran keliling, dengan merinci bidang tanah yang akan dibebaskan, sementara Satgas B bertugas dalam hal pengumpulan data Yuridis, terkait bidang tanah yang akan dibebaskan.

“Nah hasilnya, dari 101 bidang yang akan kita bebaskan dari jumlah kurang lebih 34 hektar are, masih ada terkendala 10 bidang yang belum lengkap karena pemiliknya di luar daerah,” beber Akhmad.

Kendati demikian, 10 bidang tanah yang hanya mengantongi bukti PBB ini, tidak menjadi penghambat dalam pembangunan. “Orangnya tidak ada, tidak masalah. Itu bukan penghambat dalam pembangunan, kita bisa tempuh jalur konsinyasi. Insya Allah kita upayakan semua selesai tahun ini,” optimis Akhmad yang bsru dilantik beberapa bulan ini.

Terkait 10 bidang yang belum lengkap pada lahan ITH yang terletak di Kampung Bilalangnge, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Camat Bacukiki HM Iskandar Nusu angkat bicara.

“Insya Allah kita upayakan kita selesaikan bukan dalam bentuk konsinyasi. Kita akan cari keturunan atau keluarganya yang masih bermukim di sana. Melalui sistem kekeluargaan, kita akan selesaikan 10 bidang itu,” optimis Iskandar Nusu.(nia)


div>