KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Pembebasan Lahan KA Tahap Ketiga Akan Dikaji

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 21 September 2017 14:30
Pembebasan Lahan KA Tahap Ketiga Akan Dikaji

Jalur Rel Kereta Api Trans Sulawesi. FOTO: ASEP/RAKYATSULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pembahasan proyek Kereta Api (KA) Makassar – Parepare masuk pada tahap ketiga, yakni sepanjang 112 Km jalur penghubung antar kabupaten Barru hingga Kabupaten Maros. Pada tahap ini pemprov sulsel melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKP2) Sulsel sedang mengkaji dan menetapkan identifikasi awal guna menetapkan jalur untuk pembebasan lahan selanjutnya.

Kepala dinas DPKP2 Sulsel, Andi Bakti Haruni, mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui pembagian pembebasan lahan secara teknis antara pemerintah pusat melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN), Pemprov sulsel dan kabupaten terkait. Pihaknya hanya membentuk perencanaan sesuai dengan aspek dokumen pembebasannya.

“Yang pertama itu memang sudah ada SOP, diatur dalam ketentuan peraturan pemerintah yang kita ikuti. Soal pembagian pembebasan lahan saya belum tahu secara teknis, yang mana bagian Pemrov, mana bagian pusat atau daerah. Yang kita lakukan adalah sesuai dengan dokumen perencanaan. Kita hanya identifikasi awal.” Kata Bakti, Rabu (20/9) kemarin.

Selain itu, Bakti juga menegaskan bahwa kelancaran proses pembebasan lahan pada proyek ini sangat dibutuhkan koordinasi antara instansi terkait, dalam hal ini pemerintah kabupaten dan kota agar mampu mensosialisasikan secara struktural.

“Aspek yang harus diperkuat adalah sosialisasi dan identifikasi awal agar sampai ke masyarakat, dengan baik supaya tidak salah dalam melakukan sosialisasi, selalu dibutuhkan kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait. nanti mereka secara struktural melakukan sosialisasi ke desa-desa.” jelas Bakti.

Pada tahap ke-III ini pula SK rencana penetapan lahan telah dikeluarkan dan akan mulai dihitung, namun pemerintah juga tidak harus melupakan tahap ke-II yang hingga saat ini masih dalam tahap negosiasi akibat proses pembebasan lahan belum selesai.


div>