SENIN , 23 JULI 2018

Pembebasan Lahan Objek Wisata Air Panas Pincara Segera Dilakukan

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 15 Januari 2016 17:02
Pembebasan Lahan Objek Wisata Air Panas Pincara Segera Dilakukan

int

LUWU UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) bersama Bagian Pemerintahan Kabupaten Luwu Utara (Lutra), melakukan sosialisasi tahap awal pembebasan lahan pembangunan objek pariwisata, permandian alam air panas di Desa Pincara Kecamatan Masamba, Jumat (15/1).

Kepala Disporabudpar, Hakim Bukara mengatakan bahwa pembangunan objek wisata air panas ini, baru memasuki tahap awal yaitu pembebasan lahan seluas 4 (empat) Hektar. Di mana untuk saat ini baru dalam proses tahap awal sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita baru melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa akan dilakukan pembebasan lahan di areal air panas untuk pembangunan objek wisata. Dengan menghadirkan kepala desa dan beberapa perwakilan masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki lahan diareal objek wisata tersebut,” ujar Hakim Bukara.

Menurutnya, pembebasan lahan ini sudah dianggarkan di tahun 2016 ini. Sehingga jika pembebasan lahan dapat diselesaikan di tahun ini, maka pembangunan fisik sudah dapat dilaksanakan ditahun 2017 mendatang. “Akan tetapi pembangunan fisik tersebut tergantung nantinya RPJM dari bupati terpilih, apakah dimasukkan atau tidak. Sebeb rencana pembangunan yang kita lakukan ini masih mengacu pada RPJM tahun 2010 – 2015,” jelas Hakim.

Akan tetapi kata Hakim Bukara, “kita berharap pembangunan Objek Wisata ini berkelanjutan, sebab jika tidak diteruskan maka akan terputus lagi sampai dipembebasan lahan saja,” tambahnya.

Selain Sosialisasi tim juga sekaligus melakukan meninjauan lokasi secara bersama-sama baik dari bagian pemerintahan maupun dari pihak masyarakat.

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan, Jumal Lussa, membenarkan bahwa untuk pembebasan lahan objek permandian air panas telah dianggarkan ditahun 2016 sekitar 4 Milyar. Anggaran untuk pembebasan lahan tersebut melekat pada bagian pemerintahan, kemudian untuk pembangunan fisiknya ada pada Disporabudpar.

“Ini baru kita tinjau bersama, sekaligus sosialisai kepada masyarakat. Soal harganya nanti ditetapkan oleh tim penilai, mereka nantinya yang akan menetukan harga atau nilai dari tanah itu. Mungkin dalam waktu dekat tim Apprasial (penilai) akan segera ditetapkan,” pungkasnya.


div>